Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Siapa Geng Triad yang Diduga Serang Demonstran Pro-Demokrasi di Hong Kong?

Segerombolan pria berkaus putih dengan masker, serta bersenjatakan tongkat secara mengejutkan menyerang demonstran pro-demokrasi dan penumpang lain di stasiun kereta api Yuen Long, Hong Kong pada Minggu malam (21/7).
Denis Riantiza Meilanova
Denis Riantiza Meilanova - Bisnis.com 25 Juli 2019  |  12:05 WIB

Bisnis.com, JAKARTA--Segerombolan pria berkaus putih dengan masker, serta bersenjatakan tongkat secara mengejutkan menyerang demonstran pro-demokrasi dan penumpang lain di stasiun kereta api Yuen Long, Hong Kong pada Minggu malam (21/7).

Kepolisian menyatakan beberapa orang yang ditangkap sehubungan dengan insiden tersebut memiliki keterkaitan dengan sindikat kejahatan, yang dikenal sebagai geng Triad. Ini bukan pertama kalinya Triad dikaitkan dengan kekerasan terhadap demonstran politik.

Lalu, siapakah geng Triad ini? Berikut sejumlah fakta mengenai geng Triad yang dilansir dari Bloomberg, Kamis (25/7/2019):

1. Mafia kejahatan terorganisir

Dikenal sebagai mafia China, ada sekitar setengah lusin kelompok utama di Hong Kong dengan sekitar 100.000 anggota. Tiga kelompok paling terkenal, yakni 14K, Sun Yee On, dan Wo Shing Wo.

Triad mengkhususkan diri dalam kejahatan terorganisir pelacuran, pemerasan, dan narkoba. Selain itu, Triad juga mengembangkan reputasinya sebagai penjahat bayaran dalam beberapa tahun terakhir.

Mereka juga mendapat sumber pemasukan dari pemalsuan, pornografi, serta penyelundupan rokok dan bahan bakar. Kepolisian mengatakan bahwa sebagian besar penangkapan terhadap Triad adalah karena tindakan kekerasan.

2. Berasal dari China

Triad berasal dari China daratan (mainland). Triad pertama adalah masyarakat rahasia patriotik yang dibentuk pada abad ke-17 untuk menggulingkan dinasti Qing dan mengembalikan dinasti Han Cina Ming.

Pada awal abad ke-19, kelompok ini telah hancur menjadi geng yang beroperasi secara independen di seluruh China. Keanggotaan mereka di Hong Kong melonjak ketika para pengungsi melarikan diri dari perang saudara dan pergolakan politik di daratan utama. Menurut T.Wing Lo, profesor City University of Hong Kong, pada 1960, Komisaris Polisi Henry Heath saat itu menduga bahwa satu dari enam penduduk Hong Kong kemungkinan merupakan anggota Triad.

3. Dicurigai sebagai pelaku kekerasan insiden 21 Juli

Selama berbulan-bulan, Hong Kong telah menghadapi protes terhadap Rancangan Undang-undang Ektradisi. RUU itu nantinya akan memungkinkan mengirim warga Hong Kong ke China daratan untuk diadili. Bahkan setelah pihak berwenang mengalah dan mengesampingkan gagasan itu, protes tetap ada bahkan dengan tuntutan yang lebih luas.

Setelah demonstran pro-demokrasi menggelar aksi pada 21 Juli lalu, sekitar 100 pria bermasker mengenakan T-shirt putih menyerang demonstran berkaus hitam yang akan pulang ke rumah. Penumpang kereta lain dan jurnalis juga diserang dengan tongkat di stasiun kereta dekat perbatasan Cina.

Seorang anggota parlemen oposisi yang terperangkap dalam keributan itu mengatakan, ia curiga bahwa para penyerang itu memiliki ikatan dengan geng Triad.

Sementara itu, seorang pejabat senior kepolisian mengatakan bahwa beberapa dari enam pria pertama yang ditangkap sehubungan dengan insiden itu memiliki hubungan dengan Triad.

Anggota parlemen pro-demokrasi Hui Chi-fung bertindak lebih jauh dengan menuduh polisi berkolusi dengan Triad, setelah para korban serangan mengatakan bahwa para petugas gagal menanggapi huru-hara pada 21 Juli.

Komisaris Polisi Stephen Lo menyangkal ada kaitan antara anggotanya dan para penyerang.

4. Bukan kali pertama melakukan kekerasan terhadap demonstran politik

Para pengunjuk rasa mencatat ini bukan pertama kalinya bahwa demonstran terhadap pemerintah diserang oleh geng yang terorganisir.

Pada 2014, ketika ribuan demonstran pro-demokrasi yang dipimpin mahasiswa menduduki distrik-distrik bisnis dan ritel utama Hong Kong, terjadi penangkapan setelah Triad memukul demonstran.

Menurut Andreas Fulda, seorang asisten profesor di Universitas Nottingham dan penulis “The Struggle for Democracy in Mainland China, Taiwan and Hong Kong: Sharp Power and its Discontents”, anggota Triad yang menyerang demonstran kala itu sama sekali tidak mendapat hukuman atas tindakannya.

Polisi mengeluarkan bantahan bahwa mereka bekerja sama dengan Triad. Para pemimpin demonstran dan kelompok yang termasuk Federasi Pelajar Hong Kong telah berusaha untuk mencari kaitan atas serangan-serangan tersebut ke sebuah geng nexus, polisi dan pemerintah setempat, serta diduga pemerintah pusat di Beijing.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

hong kong
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top