Menteri Prancis Mundur Gara-gara Traktiran Lobster

Apa yang dilakukan oleh De Rugy dinilai mengorbankan para pembayar pajak kepada negara. Namun dalam unggahan media sosial Facebook, dia mengaku menjadi target pembunuhan karakter di media.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 17 Juli 2019  |  17:25 WIB
Menteri Prancis Mundur Gara-gara Traktiran Lobster
Menteri Ekologi Prancis Francois de Rugy dan istrinya Severine Servat. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA—Menteri Lingkungan Hidup (Ekologi) Prancis, Francois de Rugy mengundurkan diri gara-gara dilaporkan pernah melakukan jamuan makan malam dengan menu lobster dan sampanye ketika dia menjadi ketua parlemen sekitar Februari lalu.

Apa yang dilakukan oleh De Rugy dinilai mengorbankan para pembayar pajak kepada negara. Namun dalam unggahan media sosial Facebook, dia mengaku menjadi target pembunuhan karakter di media.

Dia telah menyerahkan surat pengunduran dirinya kemarin kepada Perdana Menteri Édouard Philippe. Pasalnya, upayanya untuk melakukan perlawanan atas tuduhan itu akan membuatnya tidak nyaman dalam menjalankan tugas.

“Saya berterima kasih kepada Presiden dan Perdana Menteri atas tugas yang telah dipercayakan kepada saya,” kata De Rugy seperti dikutip Theguardian.com, Rabu (17/7/2019).

Sekutu dekat Presiden Emmanuel Macron itu ditunjuk sebagai menteri lingkungan hidup pada September 2018 mengumumkan mundur setelah satu minggu beredar kabar tersebut di situs web sayap kiri Mediapart.

“Serangan mematikan melalui media tanpa pengadilan yang menargetkan keluarga saya memaksa saya untuk mengambil langkah mundur,” kata De Rugy.

Mediapart telah menerbitkan foto-foto De Rugy dan istri saat menikmati menikmati makan malam Hari Valentine.

Situs web itu menuduh peristiwa itu telah mengorbankan para pembayar pajak. Mediapart juga mengungkapkan bahwa De Rugy telah mendapat manfaat dari sebuah apartemen yang disewakan dengan tarif khusus yang ditujukan untuk pekerja berpenghasilan rendah.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
prancis

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top