Dialog Dahnil Azhar dan Prabowo: Kubur Dendam Politik, Ditinggal Pendukung

Calon presiden Prabowo Subianto menjadi bulan-bulanan pendukungnya sendiri usai pertemuannya dengan Presiden Joko Widodo atau Jokowi. Eks Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Dahnil Azhar Simanjuntak menjawab kritikan tersebut dengan dialog bersama mantan Danjen Kopassus itu.
Rayful Mudassir
Rayful Mudassir - Bisnis.com 16 Juli 2019  |  09:46 WIB
Dialog Dahnil Azhar dan Prabowo: Kubur Dendam Politik, Ditinggal Pendukung
Prabowo Subianto - Instagram @prabowo

Bisnis.com, JAKARTA - Calon presiden Prabowo Subianto menjadi bulan-bulanan pendukungnya sendiri usai pertemuannya dengan Presiden Joko Widodo atau Jokowi. Eks Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Dahnil Azhar Simanjuntak menjawab kritikan tersebut dengan dialog bersama mantan Danjen Kopassus itu.

Belum lama ini, Dahnil sempat berdiskusi panjang dengan Prabowo di Hambalang. Dia turut menyampaikan kritik yang dilayangkan para pendukung kepada orang nomor satu di Gerindra tersebut.

"Bagi beliau there is no room for personal feeling terkait dengan masalah kebangsaan," cerita Dahnil melalui akun twitternya @dahnilazhar, Senin (15/7/2019).

Dari penuturan Dahnil, Prabowo menjelaskan hujatan, hinaan dan pengkhianatan sudah biasa diterima selama berkompetisi dalam dunia politik. Namun, hasil ini tidak menyurutkan langkah Prabowo tetap bekerja dan bertindak untuk kepentingan rakyat dan negara.

Saat pertemuan antara Prabowo, Amien Rais dan Sandiaga Uno kemarin, ketiganya sepakat untuk memastikan kepentingan rakyat tidak dikhianati oleh pemerintah mendatang.

Dendam Politik

Untuk memuluskan hal itu, langkah rekonsiliasi dianggap perlu guna menguburkan dendam politik, sekaligus pula perdebatan antarpendukung. Upaya ini dibutuhkan agar gagasan dan ide positif dapat diadaptasi oleh pemerintah.

"Itu yang dikehendaki Pak @prabowo, dalam politik tidak boleh menutup dialog (unlock), tidak ada pembicaraan spesifik transaksi jabatan dan kursi menteri," tulisnya.

Salah satu langkah rekonsiliasi yang dianggap penting lanjut Dahnil adalah memastikan para ulama dapat kembali berdakwah seperti biasa.

Kepulangan tokoh Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab masuk dalam rekonsiliasi yang dilayangkan BPN. Permintaan ini terang Dahnil juga telah disampaikan secara resmi kepada Wapres Jusuf Kalla.

Prabowo juga menyampaikan hal serupa kepada tokoh-tokoh pemerintah yang menjadi utusan resmi presiden.

Meski tidak menyebut siapa saja tokoh tersebut, namun pemulangan Rizieq Shihab diyakini akan mengembalikan Indonesia seperti semula dan mengubur dendam politik yang ada.

Pun begitu upaya Prabowo, kini dia telah ditinggal oleh salah satu pendukungnya yaitu Persaudaraan Alumni 212. Kondisi ini bermuara setelah pertemuan Prabowo dengan Jokowi dua hari lalu. PA 212 berdalih hanya akan tunduk pada Rizieq, bukan pada Kertanegara.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Jokowi, prabowo subianto, fpi

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top