Indonesia Dorong Kerja Sama Industri 4.0 dan Ekonomi Kreatif di PBB

Pemerintah Republik Indonesia, diwakili Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF), bekerja sama dengan Organisasi Pembangunan Industri PBB (United Nations Industrial development Organization/UNIDO), yang difasilitasi oleh KBRI/PTRI Wina menggelar seminar bertajuk “Industri 4.0 dan Ekonomi Kreatif” di Markas PBB di Wina, Austria.
Andhina Wulandari
Andhina Wulandari - Bisnis.com 11 Juli 2019  |  13:52 WIB
Indonesia Dorong Kerja Sama Industri 4.0 dan Ekonomi Kreatif di PBB
Duta Besar/Wakil Tetap RI untuk PBB di Wina, Darmansjah Djumala (kedua dari kiri) berbicara dalam seminar bertajuk Industri 4.0 dan Ekonomi Kreatif di Markas PBB di Wina, Austria. - Dok. KBRI Wina

Bisnis.com, WINA - Pemerintah Republik Indonesia, diwakili Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), bekerja sama dengan Organisasi Pembangunan Industri PBB (United Nations Industrial development Organization/UNIDO), yang difasilitasi oleh KBRI/PTRI Wina menggelar seminar bertajuk “Industri 4.0 dan Ekonomi Kreatif” di Markas PBB di Wina, Austria.

Dikutip dari siaran pers KBRI Wina, Kamis (11/07/2019), kegiatan yang digelar Senin (8/7/2019), merupakan sebuah upaya untuk mengarusutamakan industri 4.0 dan ekonomi kreatif di forum internasional.

 Dalam sambutannya, Duta Besar/Wakil Tetap RI untuk PBB di Wina, Darmansjah Djumala, dalam sambutannya menyampaikan bahwa ekonomi kreatif dan industri 4.0 saling memperkuat. 

“Indonesia yang sadar betul dengan ancaman sekaligus peluang industri 4.0 mendorong UNIDO untuk terus berupaya membantu negara-negara berkembang menghadapi revolusi industri keempat, antara lain dengan memberikan informasi dan keterampilan yang dibutuhkan. Seminar ini adalah salah satu kontribusi Indonesia atas upaya tersebut,” ujarnya.

“Seperti kata Robert J. Shiller, pemenang nobel ekonomi tahun 2013: kita tidak bisa menunggu rumah terbakar untuk mengasuransikannya, begitu juga kita tidak bisa menunggu kekacauan besar di masyarakat untuk mempersiapkan diri menghadapi revolusi industri keempat,” lanjut Djumala.

Deputi Hubungan Lembaga dan Regional BEKRAF, Endah W. Sulistianti, dalam sambutannya menyatakan bahwa revolusi industri keempat menyediakan peluang lebih besar bagi ekonomi kreatif untuk semakin berkembang.

Teknologi termutakhir seperti kecerdasan buatan, robot, serbanet, dan lain-lain dapat lebih mengoptimalkan pengembangan ekonomi kreatif.

 “Di era Industri 4.0 ini, orang sekarang harus lebih gesit untuk mengembangkan ide-ide baru dan meningkatkan kinerja bisnis. Dengan keterlibatan transformasi digital, ekspresi kreativitas difasilitasi, sehingga menjadi peluang ekonomi,” kata Endah.

 Ekonomi kreatif berperan penting dalam ekonomi Indonesia. Pada tahun 2018, ekonomi kreatif menyumbang US$ 77,9 miliar atau setara dengan 7,44 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia. Sumbangan ekonomi kreatif Indonesia ke PDB menjadi yang terbesar ketiga di dunia setelah Amerika Serikat dan Korea Selatan.

 Selain itu, ekonomi kreatif Indonesia mempekerjakan 17 juta orang (sekitar 14 persen dari tenaga kerja aktif Indonesia), dan lebih dari 54 persen pemain kreatif adalah perempuan. Angka signifikan ini membuktikan bahwa ekonomi kreatif adalah alternatif strategis menuju kesetaraan dan peluang yang setara.

 Indonesia tengah meningkatkan pengembangan dan pertumbuhan ekonomi kreatif Indonesia di 16 sub-sektor, dengan fokus pada tiga sub-sektor terkemuka (kuliner, mode, dan kerajinan tangan) dan tiga sub-sektor yang diprioritaskan (film, animasi dan video, aplikasi dan permainan, dan musik).

 

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pbb, industri kreatif, Bekraf

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top