Gagal SBMPTN 2019: Jerome Polin, Bukan Gagal Selamanya

Youtuber sekaligus influencer Jerome Polin, yang kini mengenyam pendidikan di Waseda University, Jepang berkat beasiswa dari suatu instansi untuk program studi matematika, memberikan pesan motivasi melalui video singkatnya yang diunggahnya melalui platform Youtube.
Ria Theresia Situmorang
Ria Theresia Situmorang - Bisnis.com 10 Juli 2019  |  13:07 WIB
Gagal SBMPTN 2019: Jerome Polin, Bukan Gagal Selamanya
Youtuber sekaligus influencer Jerome Polin. - Instagram @jeromepolin

Bisnis.com, JAKARTA - Youtuber sekaligus influencer Jerome Polin, yang kini mengenyam pendidikan di Waseda University, Jepang berkat beasiswa dari suatu instansi untuk program studi matematika, memberikan pesan motivasi melalui video singkatnya yang diunggahnya melalui platform Youtube. 

Di awal videonya, pria yang juga berteman baik dengan Kaesang Pangarep ini berujar kalau wajar terdapat peserta yang lolos dan gagal dalam Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2019.

"Buat yang nggak lolos aku ucapkan jangan berkecil hati, karena nggak lolos SBMPTN itu bukan berarti kalian gagal seumur hidup. Kalian harus mengatakan ke diri kalian sendiri, kalau gagal SBMPTN bukan berarti aku gagal seterusnya. Gagal di SBMPTN bukan berarti aku nggak punya kesempatan lain," ujarnya.

Pria asal Surabaya tersebut mengatakan kalau jumlah peserta SBMPTN 2019 sangat banyak, dan peserta yang diterima di PTN tujuannya hanya satu per tujuh dari total keseluruhan peserta. Karena peluangnya yang sangat kecil, ia berharap agar peserta yang belum beruntung di jalur masuk SBMTPN tidak menyalahkan dirinya sendiri. 

"Masuk PTN itu nggak cuma dari SBMPTN. Masih ada jalan lain. Kalian bisa mengambil ujian mandiri, guys. Misalnya UM UGM, SIMAK UI, Mandirinya ITB dan lain-lain. Nah, aku sendiri punya banyak teman yang gagal di SNMPTN, SBMPTN tapi lulus di ujian mandiri," tutur Jerome.

Pria yang sering membagikan konten belajar dan vlog kesehariannya di Jepang tersebut bercerita, ia sendiri pernah merasakan kejadian pahit dimana ia sudah belajar mati-matian namun tidak dapat melanjutkan pendidikan di salah satu Universitas favorit di Singapura sebelum mendapat beasiswa ke Jepang. 

"Misalnya kalian nggak masuk negeri, kalian bisa masuk swasta, kok. Ada banyak banget universitas yang juga sangat bagus. Jika kamu emas, maka kamu akan jadi emas. Kuliah di kampus yang bagus kalau kitanya sendiri males, kita nggak bakalan bagus," sambungnya.

Pilihan lain yang bisa Jerome tawarkan selain melalui jalur mandiri adalah mencoba beasiswa luar negeri seperti yang ia lakukan. Meski peluangnya kecil, ia menyarankan untuk calon mahasiswa untuk mencoba karena ia menemukan banyak mahasiswa Indonesia yang kini mendapatkan beasiswa kuliah di Jepang yang sebelumnya tak lolos SBMPTN. 

"Kesempatan itu ada banyak dan sebenarnya kita itu nggak tahu mana yang Tuhan kasih buat kita. Tugas kita adalah masuk ke semuanya. Semakin banyak mencoba, semakin besar peluang mendapatkan mana yang benar untuk kita," tutupnya. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
beasiswa, sbmptn

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top