Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Persoalan Penjara Kian Kompleks, FPKS Usul agar Dibuat Badan Pemasyarakatan

Hanya saja, ujarnya, badan itu harus keluar dari otoritas Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) agar lebih independen. Dia juga mengingatkan keberadaan Badan Pemasyarakatan akan mampu mengatasi berbagai persoalan akibat masifnya masalah di lembaga pemasyarakatan.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 09 Juli 2019  |  13:04 WIB
Penjara - Istimewa
Penjara - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Anggota Komisi III DPR RI Nasir Djamil mengatakan sudah saatnya Indonesia memiliki Badan Pemasyarakatan mengingat kompleksitas pengelolaan lembaga pemasyarakatan (LP) dan warga binaan.

Hanya saja, ujarnya, badan itu harus keluar dari otoritas Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) agar lebih independen. Dia juga mengingatkan keberadaan Badan Pemasyarakatan akan mampu mengatasi berbagai persoalan akibat masifnya masalah di lembaga pemasyarakatan.

“Kami dari F-PKS DPR mengusulkan dibentuknya badan pemasyarakatan sama seperti Badan Nasional Narkotika (BNN) dan Badan Nasional Pemberantasan Terorisme (BNPT) yang independen,” kata Nasir, Selasa (9/7/2019).

Menurutnya, saat ini usulan tersebut masih dikaji dan dicari perbandingannya di negara-negara lain agar bisa masuk dalam rumusan RUU Pemasyarakatan.

“Lembaga pemasyarakatan tidak bisa dikelola secara parsial dan melekat di satu kementerian,” katanya. Karena itu badan khusus tersebut, ujarnya, diharapkan mampu mengembalikan warga binaan menjadi lebih baik dan hidup kembali di tengah-tengah masyarakat.

RUU Pemasyarakatan sendiri merupakan usul inisiatif pemerintah yang diharapkan bisa rampung pada periode keanggotaan dewan tahun ini.

Keberadaan badan yang khusus menangani pemasyarakatan mulai diibutuhkan untuk mengelola lembaga pemasyarakatan dan para warga binaan. Badan itu diharapkan keluar dari otoritas Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) agar lebih independen.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

penjara dpr
Editor : M. Taufikul Basari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top