KPK Panggil 5 Orang Saksi Kasus Suap Bowo Sidik Pangarso

Lima orang saksi akan memberikan keterangan terkait kasus dugaan suap bidang pelayaran antara PT Pupuk Indonesia Logistik (Pilog) dan PT Humpuss Transportasi Kimia (HTK) serta dugaan penerimaaan gratifikasi.
Ilham Budhiman
Ilham Budhiman - Bisnis.com 01 Juli 2019  |  11:30 WIB
KPK Panggil 5 Orang Saksi Kasus Suap Bowo Sidik Pangarso
Anggota DPR Fraksi Golkar Bowo Sidik Pangarso (tengah) dibawa ke mobil tahanan usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (28/3/2019). - ANTARA/Reno Esnir

Kabar24.com, JAKARTA — Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil lima orang saksi sekaligus terkait dengan kasus yang menjerat anggota DPR Bowo Sidik Pangarso, Senin (1/7/2019).

Kelima saksi tersebut adalah tiga orang swasta yaitu Novi Novalina, Tajudin, dan Kelik Tuhu Priambodo. Kemudian, anggota DPR Muhamad Nasir beserta stafnya bernama Rati Pitria Ningsih.

Mereka akan bersaksi terkait kasus dugaan suap bidang pelayaran antara PT Pupuk Indonesia Logistik (Pilog) dan PT Humpuss Transportasi Kimia (HTK) serta dugaan penerimaaan gratifikasi.

"Semuanya dipanggil untuk diperiksa sebagai saksi untuk tersangka IND [Indung]," ujar Juru bicara KPK Febri Diansyah, Senin (1/7/2019).

Belum tahu apa yang akan digali KPK kepada lima saksi tersebut. Hanya saja, tim penyidik kini tengah menelusuri sumber gratifikasi Bowo Sidik.

KPK sebelumnya telah menetapkan tiga orang tersangka dalam perkara ini. Mereka adalah anggota Komisi VI DPR Bowo Sidik Pangarso, seorang swasta sekaligus perantara suap dari PT Inersia bernama Indung, dan General Manager Komersial PT HTK Asty Winasti selaku pemberi suap.

KPK menduga Bowo Sidik menerima suap dalam kerja sama pengangkutan pelayaran antara PT HTK dan Pilog yang sebelumnya telah dihentikan.  

Dalam hal ini, Bowo diduga meminta feekepada PT HTK atas biaya angkut yang diterima perusahaan itu sejumlah US$2 per metrik ton.

KPK juga menduga Bowo menerima Rp1,5 miliar dari PT HTK dalam tujuh kali penerimaan, termasuk Rp89,4 juta saat operasi tangkap tangan.

Adapun uang yang disita KPK senilai Rp8,45 miliar dari 84 kardus yang terbagi 400.000 amplop ditemukan di kantor PT Inersia milik Bowo.

Artinya, dari Rp8,45 miliar dengan penerimaan Rp1,5 miliar dari PT HTK, ada sisa uang sekitar senilai Rp6,5 miliar yang diduga diterima pihak lain sebagai gratifikasi. 

Adapun dalam dakwaan KPK, Asty menyuap Bowo Sidik Pangarso sebesar Rp311.022.932 dan US$158.733.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
KPK, humpuss, suap bowo sidik

Editor : Stefanus Arief Setiaji

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top