Pemkot Bandung Audit 9 Pasar Tradisional

Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Diskar PB) Kota Bandung mengaudit sembilan pasar tradisional terkait risiko kebakaran.
Dea Andriyawan
Dea Andriyawan - Bisnis.com 27 Juni 2019  |  12:00 WIB

Bisnis.com, BANDUNG — Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Diskar PB) Kota Bandung mengaudit sembilan pasar tradisional terkait risiko kebakaran.

Pasar-pasar tersebut yakni Pasar Sederhana, Sadang Serang, Gegerkalong, Simpang, Gedebage, Ujungberung, Kiaracondong, Astanaanyar dan Pasar Cicaheum.

Kepala Seksi Pemeriksaan dan Pengawasan Gedung dan Bangunan Diskar PB, Elan Suparno menuturkan, dari hasil pemeriksaan, hampir seluruh pasar tradisional kurang memperhatikan persoalan instalasi listrik. Sehingga kerap menjadi penyebab terjadinya kebakaran lantaran dipicu oleh hubungan arus pendek.

“Ada yang misalnya menumpuk stekernya ataupun kabelnya tidak sesuai standar PLN. Ada yang dari serabut, jadi riskan terjadinya kebakaran. Tapi secara keseluruhan untuk pasar ini sederhana, mungkin penataannya sudah bagus,” kata Elan, Kamis (27/6).

Khusus untuk Pasar Sederhana, Elan beserta tim Diskar PB juga menyoroti akses lalu-lalang konsumen yang tidak beraturan. Sehingga nantinya akan menyulitkan saat dilakukan evakuasi saat terjadi kebakaran.

Selain akses, Elan menuturkan, untuk prosedur keamanan jalur evakuasi juga harus dilengkapi dengan tanda ataupun simbol lainnya sebagai petunjuk. Sehingga, jalur evakuasi ketika terjadi insiden kebakaran atau pun peristiwa lainnya mudah dipahami pengunjung.

“Kedua kami belum lihat ada jalur evakuasi. Seharusnya di pasar itu ada petunjuk arah. Misalkan  terjadi kebakaan bisa mengakses jalan terdekat menuju assembly point atau tempat berhimpun,” ujarnya.

Elan menuturkan, hasil audit lengkap akan dituangkan dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP). Selain infomasi mengenai temuan di lapangan, BAP juga turut dilengkap dengan sejumlah saran, tanpa terkecuali perihal masalah instalasi listrik.

Sebagai contohnya, Elan kembali menyarankan soal pentingnya menyediakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) di dekat ruang dagang. Tentunya, akan diikuti dengan pelatihan soal penggunaan APAR dan penanganan pertama terhadap titik api.

“Penyelesainnya petugas pasar atau pun pengelola pasar akan berkomunikasi dengan PLN. Kalau bisa tiap-tiap kios ada meter kontrolnya. Karena dengan meter kontrol akan kelihatan kalau terjadi arus pendek itu akan mati sendiri atau dikontaknya akan mati  kembali ke nol,” jelasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bandung, Pasar Tradisional

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup