Lukman Hakim Saifuddin dan Rommy Bersaksi di Sidang Kasus Jual Beli Jabatan Kemenag

Bersaksi terkait dengan kasus dugaan suap pengisian jabatan di Kementerian Agama untuk terdakwa mantan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Timur Haris Hasanuddin dan Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik, Muhamad Muafaq Wirahadi.
Ilham Budhiman
Ilham Budhiman - Bisnis.com 26 Juni 2019  |  11:29 WIB
Lukman Hakim Saifuddin dan Rommy Bersaksi di Sidang Kasus Jual Beli Jabatan Kemenag
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Timur nonaktif Haris Hasanudin. - ANTARA/Dhemas Reviyanto

Kabar24.com, JAKARTA — Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Romahurmuziy, dan Kiai Asep Saefuddin Chalim hadir memenuhi panggilan sebagai saksi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta Pusat, Rabu (26/6/2019).

Ketiganya akan bersaksi terkait dengan kasus dugaan suap pengisian jabatan di Kementerian Agama untuk terdakwa mantan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Timur Haris Hasanuddin dan Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik, Muhamad Muafaq Wirahadi.

Adapun Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, tidak memenuhi panggilan Jaksa KPK. Jaksa KPK Wawan Yunarwanto mengatakan saksi yang dihadirkan sedianya berjumlah sembilan orang.

"Sembilan saksi, namun dua orang tidak hadir. Khofifah menyampaikan melalui surat tidak bisa hadir karena pernikahan putrinya sehingga hari ini ada 7 orang saksi yang hadir," kata Jaksa.

Sebelumnya, Juru bicara KPK Febri Diansyah mengatakan khusus untuk Menag Lukman dan Khofifah merupakan pemanggilan ulang lantaran pada pekan lalu tidak hadir.

Dia berharap kedua saksi tersebut dapat memenuhi panggilan tersebut.

"Sampai hari ini tidak ada informasi terkait rencana ketidakhadiran. Surat pemanggilan sudah kita sampaikan secara patut. Semestinya, kami percaya mereka menghormati proses persidangan ini," ujar Febri, Selasa (25/6/2019).

Menurut Febri, majelis hakim yang menangani perkara ini perlu mengonfirmasi sejumlah hal termasuk beberapa fakta yang muncul dalam proses penyidikan. Fakta yang tertuang dalam dakwaan tersebut salah satunya soal penerimaan aliran dana kepada pihak lain.  

"Hal tersebut perlu digali lebih lanjut di persidangan," kata Febri.

Dalam perkara dugaan suap pengisian jabatan di Kemenag, Haris dan Muafaq didakwa menyuap Romahurmuziy alias Rommy senilai Rp225 juta.

Suap itu diduga diberikan keduanya demi memuluskan proses pengisian jabatan di Kemenag Jatim.

KPK juga menduga ada pihak internal Kemenag yang bersama-sama dengan Rommy dalam menerima aliran suap. KPK telah mengidentifkasi nama-nama tersebut.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
KPK, kemenag, romahurmuziy, Lukman Hakim Saifuddin

Editor : Stefanus Arief Setiaji

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup