Trump: Iran Perkaya Uranium, AS Sangat Siap Menghadapinya

Presiden Donald Trump mengatakan bahwa Amerika Serikat sangat siap untuk menghadapi Iran menyusul meningkatnya ketegangan di kawasan Teluk setelah serangan terhadap beberapa kapal tanker minyak dan pengumuman Teheran akan meningkatkan pengayaan uranium.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 19 Juni 2019  |  16:17 WIB
Trump: Iran Perkaya Uranium, AS Sangat Siap Menghadapinya
Presiden Amerika Serikat Donald Trump dalam konferensi pers di Hotel JW Marriott, di Hanoi, Vietnam, Kamis (28/2/2019). - REUTERS/Jorge Silva

Bisnis.com, JAKARTA--Presiden Donald Trump mengatakan bahwa Amerika Serikat sangat siap untuk menghadapi Iran menyusul meningkatnya ketegangan di kawasan Teluk setelah serangan terhadap beberapa kapal tanker minyak dan pengumuman Teheran akan meningkatkan pengayaan uranium.

“Kami sangat siap untuk menghadapi Iran. Kita akan melihat apa yang terjadi nantinya," ujar Trump kepada wartawan dengan nada mengancam seperti dikutip Reuters, Rabu (19/6).

Amerika Serikat sebelumnya mengumumkan akan mengerahkan sekitar 1.000 tentara lagi ke Timur Tengah akibat kekhawatiran tentang ancaman dari Iran.

Para pejabat AS menyalahkan Iran atas serangan minggu lalu terhadap dua kapal tanker minyak di Teluk Oman dan serangan terhadap empat kapal tanker pada bulan Mei di lepas pantai Uni Emirat Arab. Akan tetapi Iran membantah terlibat.

"Jika Anda melihat apa yang telah mereka lakukan. Saya tidak hanya berbicara tentang persoalan selama seminggu terakhir, tapi saya berbicara tentang masalah selama bertahun-tahun. Mereka telah menjadi negara teror," ujar Trump.

Iran menyatakan pada Senin bahwa pihaknya akan segera melanggar batasan jumlah banyak uranium yang diperkaya yang berdasarkan perjanjian nuklir 2015.

Trump menarik Amerika Serikat dari kesepakatan tahun lalu dan menjatuhkan sanksi pada Iran. Dalam sebuah wawancara dengan majalah Time yang diterbitkan kemarin, Trump mengatakan dia siap untuk mengambil tindakan militer untuk menghentikan Iran dari mendapatkan bom nuklir. 

Hanya saja Trump tidak secara tegas mengatakan apakah kekuatan militer akan igunakan untuk melindungi pasokan minyak di kawasan Teluk.

 

 

 

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
iran, Donald Trump

Editor : Rahayuningsih

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup