Israel dan Palestina Tidak Akan Menghadiri KTT Damai Bahrain

Israel tidak akan mengambil bagian dalam KTT ekonomi yang dipimpin AS di Bahrain bulan ini, yang dipandang sebagai langkah pertama dalam rencana perdamaian Timur Tengah yang dikembangkan oleh Gedung Putih.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 18 Juni 2019  |  07:49 WIB
Israel dan Palestina Tidak Akan Menghadiri KTT Damai Bahrain
Warga Palestina menonton televisi menyiarkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berpidato dimana ia diharapkan mengumumkan bahwa AS mengakui Yerusalem sebagai ibukota Istael, di Kota Tua Yerusalem, Rabu (6/12/2017). - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Israel tidak akan mengambil bagian dalam KTT ekonomi yang dipimpin AS di Bahrain bulan ini, yang dipandang sebagai langkah pertama dalam rencana perdamaian Timur Tengah yang dikembangkan oleh Gedung Putih.

Keputusan untuk tidak pergi ke Bahrain dibuat dalam koordinasi antara Israel dan AS, menurut seorang pejabat Ishrael di kantor perdana menteri.

Dilansir Reuters, seorang pejabat pemerintahan AS mengatakan KTT yang berlangsung pada 25-26 Juni mendatang tersebut bertujuan untuk menyajikan visi ekonomi kepada rakyat Palestina, dan AS tidak ingin politik membayangi ekonomi.

Kedua pejabat yang berbicara tersebut menolak untuk disebutkan namanya karena mereka tidak berwenang untuk membahas masalah ini secara terbuka.

Keputusan Israel dilaporkan Senin sebelumnya oleh kantor berita Axios.

Rencana perdamaian AS dipimpin oleh Jared Kushner, menantu Presiden Donald Trump dan penasihat senior. Dalam komentar awal bulan ini, Kushner mengatakan harapannya adalah bahwa Palestina dari waktu ke waktu akan mampu memerintah.

Upaya untuk merekayasa rencana bantuan ekonomi adalah bagian yang tidak terlalu kontroversial dari paket rencana tersebut. Rilis proposal Kushner untuk solusi politik untuk konflik Israel-Palestina telah berulang kali tertunda dan sekarang tidak diperkirakan tidak akan dirilis hingga pemilihan ulang Israel pada bulan September .

Kushner telah mengkritik para pemimpin Palestina, menarik perbedaan antara upaya mereka untuk sebuah negara merdeka dan apa yang Kushner katakan adalah keinginan rakyat Palestina untuk hidup dalam kedamaian dan kemakmuran.

Dia telah berulang kali melakukan perjalanan ke Timur Tengah untuk bertemu dengan para pemimpin Israel dan Arab, tetapi kontak AS dengan kepemimpinan Palestina telah berakhir.

Sementara itu, otoritas Palestina mengatakan akan memboikot KTT di Bahrain, dan organisasi bisnis Palestina juga menolak undangan AS untuk hadir.

Sejak Trump menjabat, dia telah menarik mundur komitmen AS yang telah lama ada untuk kenegaraan Palestina, dengan mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel, menutup misi diplomatik Organisasi Pembebasan Palestina di Washington, serta menghentikan pendanaan senilai ratusan juta dolar ke Palestina.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
palestina, israel

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup