AS Tuding Iran Pelaku Peledakan Kapal Tanker di Teluk Oman

Menlu AS, Mike Pompeo mengatakan bahwa Iran bertanggung jawab atas serangan atas dua kapal tanker minyak di Teluk Oman kemarin sehingga memicu kekhawatiran konfrontasi baru antara Iran dan Amerika Serikat.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 14 Juni 2019  |  08:27 WIB

Kabar24.com, JAKARTA—Menlu AS, Mike Pompeo mengatakan bahwa Iran bertanggung jawab atas serangan atas dua kapal tanker minyak di Teluk Oman kemarin sehingga memicu kekhawatiran konfrontasi baru antara Iran dan Amerika Serikat.

"Ini adalah penilaian pemerintah Amerika Serikat bahwa Republik Islam Iran bertanggung jawab atas serangan yang terjadi di Teluk Oman hari ini," ujar Pompeo seperti dikutip Reuters, Juat (14/6). Hanya saja  dia tidak memberikan bukti eksplisit untuk mendukung sikap AS tersebut.

Dia mengataan bahwa penilaian tersebut dasarkan pada informasi intelijen, senjata yang digunakan, dan  tingkat keahlian yang diperlukan untuk melaksanakan operasi.

Selain itu juga ada serangan Iran baru-baru ini yang serupa dan ada fakta bahwa tidak ada kelompok proksi yang beroperasi di daerah tersebut yang memiliki sumber daya dan kemampuan untuk bertindak dengan tingkat kecanggihan tinggi. 

Harga minyak mentah melonjak lebih dari 4% setelah serangan di dekat gerbang masuk ke Selat Hormuz yang menjadi jalur pengiriman bahan bakar strategis untuk Arab Saudi dan produsen energi Teluk lainnya. Gangguan itu dikhawatirka turut mengganggu aliran minyak dari Timur Tengah. 

Washington menuduh Teheran berada di balik serangan serupa pada 12 Mei terhadap empat tanker di daerah yang sama.

Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat serta sekutunya termasuk Arab Saudi, telah meningkat sejak Presiden AS Donald Trump menarik diri dari kesepakatan nuklir pada tahun lalu. Kesepakatan itu sebelumnya ditandatangani  oleh Iran dan kekuatan global yang bertujuan untuk mengekang ambisi nuklir Teheran.

Iran berulang kali memperingatkan akan memblokir Selat Hormuz jika tidak bisa menjual minyaknya karena sanksi AS.

Akan tetapi, tidak ada yang mengaku bertanggung jawab atas serangan itu. Para analis memperingatkan agar tidak mengambil kesimpulan tentang pelakunya, dengan mengatakan bahwa Iran mungkin telah melaksanakannya, tetapi juga bahwa pihak lain mungkin telah melakukan untuk mendiskreditkan Teheran.

Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif menggambarkan insiden itu sebagai "mencurigakan" di Twitter dan menyerukan dialog regional. Teheran telah membantah bertanggung jawab atas serangan 12 Mei tersebut.

Seorang pejabat keamanan Eropa mengatakan pihaknya sangat berhati-hati dalam membuat penilaian tentang insiden tersebut.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
tanker minyak

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top