Polisi Selidiki Laporan Akun Rocky Gerung Soal Jokowi

Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya akan menyelidiki laporan Aliansi Relawan Jokowi (ARJ) yang melaporkan akun Facebook dengan nama Rocky Gerung yang mengunggah unggahan menjelekkan capres Joko Widodo.
JIBI
JIBI - Bisnis.com 02 Juni 2019  |  06:31 WIB
Polisi Selidiki Laporan Akun Rocky Gerung Soal Jokowi
Hoaks - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya akan menyelidiki laporan Aliansi Relawan Jokowi (ARJ) yang melaporkan akun Facebook dengan nama Rocky Gerung yang mengunggah unggahan menjelekkan capres Joko Widodo.

"Ya tentu akan diselidiki. Kan sudah ada laporan yang masuk ke Polda Metro Jaya," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Argo Yuwono, Jumat (31/5/2019).

Argo menyebut saat ini belum mengetahui secara rinci laporan tersebut. Namun ia menegaskan pihaknya akan menyelidiki setiap laporan yang masuk berdasarkan pasal yang dilaporkan oleh pelapor "Intinya polisi akan mempelajari dan menyelidiki laporan yang masuk ke kita berdasrakan pasal yang dilaporkan," kata dia.

ARJ yang diwakili oleh tim hukumnya, Suhadi, melaporkan akun Facebook dengan nama Rocky Gerung karena mengunggah unggahan yang menjelek-jelekan Jokowi.

Dalam unggahan tersebut, akun dengan nama Rocky Gerung menuliskan informasi hoaks terkait kecurangan Pemilu 2019, ditambah dengan tudingan kepada KPU yang mempolitisir hasil perolehan suara.

Meski membuat laporan, Suhadi mengaku belum mengetahui siapa pemilik sebenarnya akun tersebut. Laporan itu tercatat pada LP/3408/V/2019/PMJ/Dit.Reskrimsus dengan pelapor ia sendiri dan terlapor masih dalam lidik. Pasal yang dilaporkan ialah ujaran kebencian melalui media elektronik Pasal 28 ayat 2 juncto pasal 48 ayat 2 UU RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang ITE.

Adapun unggahan di akun Facebook yang mengatasnamakan Rocky Gerung adalah:

#BAHAYA BESAR MENUNGGU INDONESIA!!

Mata dunia kini tertuju ke Indonesia. Jokowi yang haus kekuasaan memaksa KPU dan BAWASLU agar bekerja cepat mempolitisir perolehan suara dilapangan agar sesuai dg presentase QC yg 2 mingguan ini tetap dipaksakan tayang di tipi.

Indonesia membara. Pendukung Prabowo sdh kantongi C1 asli dan menjelaskan Prabowo menang 62% atas Jokowi.

Namun bukan Jokowi namanya kalo bukan Culas, Licik dan Rakus. Berbekal kemenangan palsunya 2014 lalu ia tengah berusaha segala cara melemahkan semangat juang pendukung Prabowo dan agar mengakui kekalahan Prabowo meski secara Real Count Prabowo menang telak di 30 Provinsi.

Baru sekarang terjadi, Jokowi yang hanya menang di 4 provinsi memaksa semua elemen bangsa ntk mengakui kemenangannya padahal rakyat menyaksikan Prabowo unggul di 75% provinsi. Sesungguhnya sikap tak terpuji.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
polda metro jaya, rocky gerung

Sumber : Tempo.co

Editor : Akhirul Anwar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top