Masjid Al Safar Dikaitkan dengan Illuminati, Ini Tanggapan Ridwan Kamil

Menanggapi hal itu, Gubernur Jawa Barat itu pun angkat bicara lewat akun Instagram @ridwankamil.
M. Taufikul Basari
M. Taufikul Basari - Bisnis.com 01 Juni 2019  |  14:23 WIB
Masjid Al Safar Dikaitkan dengan Illuminati, Ini Tanggapan Ridwan Kamil
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. JIBI/BISNIS - Wisnu Wage

Bisnis.com, JAKARTA – Masjid Al Safar yang didesain oleh Ridwan Kamil tengah ramai diperbincangkan netizen di dunia maya karena dianggap membentuk bangunan segitiga. Bentuk itu dikait-kaitkan dengan simbol illuminati.

Sebuah video beredar tentang masjid tersebut: “Ini pintu masuknya dan lihat ini segitiga semua. Nyaris segitiga semua. Bahkan ketika masuk ke dalam, ini segitiga, satu mata. Maka, ketika kita salat, sebetulnya kita menghadap siapa, menghadap Allah atau segitiga satu mata?” ujar narasi dalam video itu.

Menanggapi hal itu, Gubernur Jawa Barat itu pun angkat bicara lewat akun Instagram @ridwankamil. Menurutnya, Masjid Al Safar adalah hasil riset teori Folding Architecture alias lipatan. Seperti origami, hasilnya adalah lekukan dan ruang berbentuk segitiga.

“Jika hasilnya ditafsir macam-macam, itu dipersilakan. Seperti Monas yang ditafsir macam2. Saya tidak perlu marah terhadap tafsir, yang penting saya jelaskan bahwa jika Masjid Al Safar dikatakan sebagai implementasi dari simbol-simbol iluminati itu adalah kesimpulan KELIRU,” katanya, Jumat (31/5).

Menurutnya, tafsir itu jelas tidak benar dan desain masjid tidak dimaksudkan untuk membawa simbol illuminati. “Dan tentunya selalu saya ikhlaskan dan maafkan, kesimpulan-kesimpulan tanpa tabayun seperti ini yang kemudian diviralkan untuk merusak nama baik dan keimanan saya,” lanjutnya.

Menurutnya, isu tersebut pernah dihebohkan oleh pihak yang sama di zaman Pilgub 2018 untuk menjelekkan namanya saat kampanye. “Saya sudah maafkan, move on dan saya hanya berdoa. Alhamdulillah, Allah SWT ternyata lebih mengabulkan doa saya, bukan doa dan harapan mereka.”

Ridwan Kamil menyatakan tidak akan berhenti berkarya dan membawa kemajuan karena menurutnya itu adalah tugas Allah SWT.

“Kebahagiaan saya adalah melihat masjid-masjid yang saya desain makmur dan ramai. Alhamdulillah. Selama saya yakini, saya tidak melanggar syariat Allah SWT dan tidak melakukan apa yang difitnahkan, omongan dan caci maki manusia mah tidak akan menggetarkan iman dan keyakinan saya.”

Mendesain masjid merupakan salah satu minat terkuat atau passion Kang Emil. Baginya, menghadirkan menghadirkan infrastruktur dakwah yaitu ragam masjid di seluruh dunia adalah caranya untuk berdakwah.

“Saya ingin menyumbangkan kemajuan seni dan arsitektur Islam. Estetika Islam sangat kuat di geometri. Maka dari itu setiap desain masjid selalu berusaha baru dan geometri berbeda. Hasilnya beragam dari 1/2 kubah, multi kubah, kotak, silinder, tradisional sampai dengan bentuk-bentuk poligon seperti segitiga. Berbeda-beda karena desain yang baik harus merespon geografi, lokasi, iklim, ukuran, budaya dll.,” jelasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
masjid, ridwan kamil

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top