Prabowo Dituduh Jadi Dalang Rusuh 22 Mei, BPN Siap Laporkan Balik Aktivis 98

Anggota Badan Komunikasi Partai Gerindra itu menuturkan, tudingan Prabowo dalang kerusuhan adalah fitnah. Ia menduga pelaporan yang dilakukan aktivis tersebut tanpa disertai bukti.
Newswire | 30 Mei 2019 11:15 WIB
Suasana pasca kerusuhan di sekitaran wilayah MH. Thamrin, Jakarta, Kamis (23/5/2019). - ANTARA / Yulius Satria Wijaya

Bisnis.com, Jakarta – Juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Andre Rosiade, mengatakan pihaknya bakal melaporkan balik sejumlah aktivis 98 yang melaporkan Prabowo ke kepolisian atas tudingan dalang kerusuhan 22 Mei.

Menurutnya, hal itu mencemarkan nama baik Prabowo. “Nanti tim hukum akan melaporkan balik aktivis-aktivis tersebut, kalau memang mereka benar-benar aktivis,” kata Andre dalam keterangan tertulisnya, Kamis (30/5/2019), seperti dilansir Tempo.co.

Sebelumnya sejumlah orang yang mengatasnamakan Rembug Nasional 98 mendatangi Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, kemarin. Mereka berniat melaporkan Prabowo Subianto dan sejumlah tokoh lainnya ke Polisi karena dituding sebagai dalang kerusuhan 22 Mei.

Anggota Badan Komunikasi Partai Gerindra itu menuturkan, tudingan Prabowo dalang kerusuhan adalah fitnah. Ia menduga pelaporan yang dilakukan aktivis tersebut tanpa disertai bukti.

“Saya yakin itu tidak ada bukti, karena memang tidak ada, dan ini merupakan fitnah terhadap Pak Prabowo, oleh karena itu tidak bisa dibiarkan,” katanya.

Jika pelapor Prabowo benar-benar aktivis 98 yang pernah turun di jalanan, kata Andre, seharusnya yang mereka soroti adalah adanya korban jiwa dalam kerusuhan tersebut. Pasalnya hal itu sama seperti kerusuhan yang terjadi pada 1998 lalu.

“Nah ini kan aneh, ngakunya aktivis malah membuat fitnah mengenai dalang kerusuhan, bukan korban jiwa kerusuhan tersebut yang jelas-jelas ada korbannya,” tuturnya.

Andre berujar, Prabowo justru meminta pendukungnya yang berdemonstrasi di depan kantor Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) pada 21-22 Mei itu untuk pulang. Menurut dia, Prabowo lebih dari sekali mengeluarkan imbauan tersebut.

“Jadi enggak masuk logikanya. Sebagai aktivis, nalarnya seharusnya ke banyaknya korban kekerasan,” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
prabowo subianto, Pilpres 2019

Sumber : Tempo.co

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top