Lumentum Ikuti Langkah Google Boikot Huawei

Pemasok suku cadang Apple Face ID, Lumentum Holdings Inc mengikuti langkah Google menghentikan hubungan bisnisnya dengan Huawei Technologies setelah Presiden AS, Donald Trump memberlakukan boikot atas perusahaan China tersebut dengan alasan keamanan nasional.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 21 Mei 2019  |  07:53 WIB
Lumentum Ikuti Langkah Google Boikot Huawei
Lumentum Holdings Inc - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Pemasok suku cadang Apple Face ID, Lumentum Holdings Inc mengikuti langkah Google menghentikan hubungan bisnisnya dengan Huawei Technologies setelah Presiden AS, Donald Trump memberlakukan boikot atas perusahaan China tersebut dengan alasan keamanan nasional.

Sebelumnya, Google menghentikan bisnisnya dengan Huawei yang mensyaratkan transfer teknologi piranti keras dan piranti lunak dan layanan teknis, kecuali melalui lisensi open source.

Keputusan itu merupakan langkah penting dari keputusan Trump pekan lalu yang membuat indsutri chip global guncang dan menjatuhkan nilai saham para mitra usaha perusahaan China tersebut.

Meski sebagian besar pemasok AS belum megeluarkan putusannya terkait pemboikotan Huawei, namun  Bloomberg melaporkan bahwa Intel Corp, Qualcomm Inc, Xilinx Inc, dan Broadcom Inc telah memberitahu karyawan bahwa mereka tidak akan memasok suku cadang ke Huawei sampai ada pengumuman baru.

Xilinx menyatakan perusahaan itu memahami isu penolakan yang dikeluarkan Departemen Perdagangan AS dan menyataan akan mematuhinya. Sejumah perusahaan lainnya tidak mau menanggapi meski Reuters telah megajukan sejumlah pertanyaan. 

Nilai saham di perusahaan tersebut turun sepanjang perdagangan dan para analis mengatakan kejatuhan itu akan melebihi ketika pemboikotan atas perusahaan pemasok besar China, ZTE dilakukan tahun lalu.

"Perusahaan-perusahaan AS menanggung risiko. Kami melihatnya seperti ZTE. Mereka yang banyak bergantung pada Huawei adalah perusahaan seperti Skyworks, Qualcomm, dan Seagate," ujar Chaim Siegel, seorang analis pada Elazar Advisors seperti di kutip Reuters, Senin (20/5/2019)

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
google, apple, huawei, perang dagang AS vs China

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top