Blusukan ke Pasar Badung, Jokowi Bilang tak Ada Pedagang Komplin Soal Harga Sembako

Presiden Jokowi mengatakan harga barang kebutuhan pokok menjelang Lebaran stabil dan terkendali.
Ema Sukarelawanto
Ema Sukarelawanto - Bisnis.com 18 Mei 2019  |  10:40 WIB
Blusukan ke Pasar Badung, Jokowi Bilang tak Ada Pedagang Komplin Soal Harga Sembako
Presiden Joko Widodo saat melakukan kunjungan ke Pasar Badung, Denpasar, Sabtu 18 Mei 2019. - Bisnis/Ema Sukarelawanto

Bisnis.com, DENPASAR—Presiden Jokowi mengatakan harga barang kebutuhan pokok menjelang Lebaran stabil dan terkendali.

"Tidak ada pedagang yang komplin," katanya, seusai blusukan sekitar 75 menit di Pasar Badung, Sabtu (18/5/2019).

Menurut Jokowi kehadirannya ke pasar yang berada di jantung Kota Denpasar itu  selain memantau harga, juga untuk memastikan operasional pasar yang ia resmikan 2 bulan lalu itu berjalan dengan baik.

Jokowi masuk ke pasar menjumpai sejumlah pedagang dan menanyakan tentang kegiatan jual beli dan harga-harga. Sambil melayani swafoto, Jokowi sempat belanja buah di antaranya alpukat, pepaya, dan mangga untuk persiapan buka puasa.

Selain itu Jokowi juga membeli 3 kilogram salak seharga Rp38.000 per kilogram. Ia membayar Rp150 ribu dan tak mau menerima uang kembalian dan kembali sibuk melayani pengunjung pasar yang ingin foto bersamanya.

Pada kesempatan itu Jokowi memuji keterlibatan pedagang yang ikut mendorong  proses penggantian penggunaan tas plastik dengan tas yang ramah lingkungan. Kata dia dimulainya upaya  tersebut  sangat bagus dan perlu ditingkatkan.

Presiden juga sempat meninjau Taman Kumbasari, Sungai Tukad Badung yang telah ditata asri oleh Pemkot Denpasar. Ia memuji taman yang terletak di sisi kanan dan kiri sungai itu sangat indah seraya berpesan untuk meningkatkan pembersihan sungai.

"Ya, satu yang kurang, yaitu upaya penjernihan air sungai yang perlu dilakukan," katanya.

Bahkan, Jokowi langsung memanggil Menteri PUPR Basuki Hadimomulyono dan berbincang dengan Wali Kota Denpasar Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra. Jokowi meminta Menteri PUPR mencarikan terobosan teknologi penjernih air sungai sehingga bisa digunakan untuk  berenang secara sehat dan aman.

Wali Kota langsung merespons untuk segera menindaklanjuti hal tersebut. "Bapak Presiden begitu perhatian dan detail tentang perjernihan air sungai  ini, kami akan segera menindaklanjuti," katanya kepada media seusai kunjungan Presiden.

Menurut Rai Mantra keberadaaan taman tersebut terintegrasi dengan kawasan Smart Heritage Market Denpasar sebagai ruang publik yang terus diupayakan semakin indah dan nyaman.

Tentang Pasar Badung, Rai Mantra mengatakan telah beroperasi dengan normal. Bahkan, saat kunjungan Presiden kegiatan pedagang berlangsung seperti biasa.

Pasar Badung yang menjadi pusat perekonomian kota itu dibangun pada 1977 dan beberapa kali mengalami renovasi serta pembangunan kembali. “Pasar ini menjadi penyangga ekonomi pedagang kecil dan penyedia kebutuhan pokok yang murah meriah,” katanya.

Pada 29 Februari 2016 silam, kebakaran besar meludeskan seluruh bangunan pasar ini. Pemerintah membangun kembali mulai 29 Juli 2017. Pembangunan tahap pertama selesai pada 21 Desember 2017, kemudian tahap kedua rampung pada 28 Desember 2018 lalu.

Presiden Jokowi meresmikan pasar 6 lantai dengan total los dan kios 1.740 unit ini pada 24 Maret 2019 lalu. Tetapi karena padatnya jawal kunjungan Jokowi ke Denpasar, ketika itu belum sempat meninjau ke dalam pasar dengan leluasa.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Jokowi, pasar badung

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top