Hoaks Tak Mereda Meski Bulan Puasa

Diperkirakan, beredarnya informasi yang tidak jelas kebenarannya terkait politik bisa terjadi hingga tanggal 22 Mei mendatang.
Wisnu Wage Pamungkas
Wisnu Wage Pamungkas - Bisnis.com 16 Mei 2019  |  11:19 WIB
Hoaks Tak Mereda Meski Bulan Puasa
Warga membubuhkan tanda tangan untuk mendukung Pemilu 2019 anti hoax di Jakarta, Minggu (10/2/2019). - ANTARA/Wahyu Putro A

Bisnis.com,BANDUNG — Jabar Saber Hoaks mencatat meski pemilihan presiden dan juga legislatif usai, pengaduan terkait konten politik masih tetap mendominasi.

Kepala Divisi Verifikasi dan Diseminasi Jabar Saber Hoaks Alfianto Yustinova mengatakan isu soal kecurangan KPU dan meninggalnya KPPS akibat diracun cukup mendominasi jagad maya di Jabar pekan-pekan ini.

Berdasarkan laporan yang masuk ke Jabar Saber Hoaks selama April 2019 lalu misalnya dari 145 aduan isi Politik mendominasi dengan 57.93%, Kesehatan : 15.17%, Penipuan : 2.76%, Regulasi/hukum : 2.07%, Lalu lintas : 0.69%, SARA : 0.69%, Daily Lives : 6 90%, Peristiwa Ajaib : 6.21%, Kriminalitas : 2 76%, Bencana : 0.69% dan lain-lain : 4.18%

"Jadi dari 145 berita Hoaks yang JSH klarifikasi. 84 diantaranya Hoaks politik. 44 sebelum 17 April, 40 sesudah 17 April," katanya di Bandung, Kamis (16/5/2019).

Bahkan meski sudah memasuki bulan puasa, atmosfer tersebut tidak memengaruhi panasnya isu-isu politik yang masuk lewat badan yang dibentuk Ridwan Kamil tersebut. Diperkirakan, beredarnya informasi yang tidak jelas kebenarannya terkait politik bisa terjadi hingga tanggal 22 Mei mendatang atau tuntasnya seluruh penghitugan suara yang dilakukan oleh KPU.

"Tugas kami di sini meminimalisir agar informasi hoaks tersebut tidak serta-merta dipercayai publik langsung melalui verifikasi yang dilakukan oleh kami," katanya.

Karena itu pihaknya tetap meminta warga net pun harus selektif dalam mengonsumsi informasi. Jangan langsung mempercayai sebuah informasi yang belum jelas, terlebih langsung disebarkan atau bahkan diviralkan.

"Waspadai juga kalau ada broadcast massage bila postingan berjudul nada provokatif dengan ajakan share atau viralkan, dan jika ada potensi hoaks silakan ajukan ke kami," ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bandung, hoax

Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top