Dibayangi Sanksi AS, UE Tegaskan Komitmen atas Kesepakatan Nuklir dengan Iran

Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa (UE) Federica Mogherini menegaskan komitmen UE atas kelanjutan kesepakatan nuklir dengan Iran.
Annisa Margrit
Annisa Margrit - Bisnis.com 13 Mei 2019  |  16:55 WIB
Dibayangi Sanksi AS, UE Tegaskan Komitmen atas Kesepakatan Nuklir dengan Iran
Bendera Uni Eropa (UE) berkibar di luar kantor pusat Komisi Eropa di Brussels, Belgia, Rabu (6/3/2-19). - Reuters/Yves Herman

Bisnis.com, JAKARTA -- Uni Eropa menegaskan kembali dukungannya terhadap kesepakatan nuklir damai dengan Iran.
 
Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa (UE) Federica Mogherini menyatakan UE mendorong negara-negara adidaya lainnya untuk menghindari naiknya tensi dalam isu ini.
 
"Kami akan terus mendukung kesepakatan ini semampu kami dengan seluruh instrumen dan kebijakan yang ada," paparnya sebelum bertemu dengan menteri-menteri luar negeri Inggris, Prancis, dan Jerman di Brussels, Belgia, Senin (13/5/2019).
 
Seperti dilansir Reuters, negara-negara tersebut merupakan anggota kesepakatan nuklir itu. Awalnya, AS juga ikut serta di dalamnya tapi kemudian Presiden AS Donald Trump memutuskan keluar pada 2018.
 
Menteri Luar Negeri (Menlu) AS Mike Pompeo juga dikabarkan akan bertemu dengan para pejabat UE untuk membahas isu Iran. Dia akan berhenti di Belgia sebelum menuju Sochi, Rusia untuk bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin dan Menlu Rusia Sergei Lavrov untuk membahas isu yang sama.
 
Mogherini menuturkan kedatangan Pompeo akan selalu diterima, tapi masih belum ada agenda pasti untuk pertemuan mereka.
 
Dukungan yang disampaikan Mogherini merupakan penegasan atas komitmen UE untuk melanjutkan kesepakatan nuklir dengan Teheran dan menolak sejumlah permintaan yang disampaikan Iran. 
 
Negara Timur Tengah itu telah "melonggarkan" program nuklirnya dan mengancam bakal melakukan hal-hal yang mungkin melanggar kesepakatan ini. Sikap Iran mulai mengeras setelah AS kembali menjatuhkan berbagai sanksi atas negara itu.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
uni eropa, iran

Sumber : Reuters

Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top