Naik Kereta Api Pribadi, Kim Jong-un Temui Putin

Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un berangkat ke Rusia hari ini, Rabu (24/4/2019), untuk menghadiri pertemuan puncak pertama dengan Vladimir Putin guna mendekatkan hubungan tradisionalnya di tengah kebuntuan perjanjian nuklir dengan Amerika Serikat.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 24 April 2019  |  07:13 WIB
Naik Kereta Api Pribadi, Kim Jong-un Temui Putin
Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un berangkat untuk mengunjungi Rusia di lokasi yang dirahasiakan dalam foto tak bertanggal ini yang dirilis pada 23 April 2019 oleh Kantor Berita Pusat Korea (KCNA). - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un berangkat ke Rusia hari ini, Rabu (24/4/2019), untuk menghadiri pertemuan puncak pertama dengan Vladimir Putin guna mendekatkan hubungan tradisionalnya di tengah kebuntuan perjanjian nuklir dengan Amerika Serikat.

Pertemuan itu akan menjadi perundingan tatap muka pertama Kim dengan kepala negara lain sejak kembali dari pertemuan puncaknya di Hanoi dengan Presiden AS Donald Trump.

Pertemuan dengan Trump Februari lalu gagal tanpa kesepakatan mengenai persenjataan nuklir Korea Utara.

Kim berangkat ke Rusia dengan kereta pribadi saat fajar pada hari Rabu (24/4/2019), untuk mengunjungi Federasi Rusia," menurut laporan kantor berita KCNA sebagaimana dikutip ChannelNewsAsia.com, Rabu (24/3/2019).

Perundingan yang menurut pihak Kremlin akan berlangsung besok di pelabuhan Vladivostok memenuhi undangan dari Putin sejak Kim memulai kunjungan diplomatiknya tahun lalu.

Sejak Maret 2018, Pemimpin Korea Utara itu telah mengadakan empat pertemuan dengan Presiden Cina Xi Jinping, tiga dengan Presiden Korea Selaan Moon Jae-in, dan dua kali dengan Presiden AS, Donald Trump, dan  satu pertemuan dengan presiden Vietnam.

Para analis mengatakan bahwa dia sekarang tengah mencari dukungan internasional yang lebih luas dalam kebuntuan hubungannya dengan Washington.

Saat di Hanoi, Korea Utara yang tengah mengalami krisis keuangan menuntut bantuan luar negeri setelah terkena sanksi ekonomi karena mengembangkan senjata nuklir. Tetapi perundingan dengan AS gagal karena perselisihan tentang denuklirisasi dan imbalannya. 

Korea Utara pekan lalu melancarkan serangan terhadap Menlu AS Mike Pompeo yang menuntutnya dikeluarkan dari perundingan. Hal itu dilakukan  hanya beberapa jam setelah Korea Utara mengumumkan uji coba senjata baru.

Moskow telah menyerukan agar sanksi-sanksi itu dikurangi, sementara AS menuduhnya berusaha melindungi Pyongyang mengembangkan senjata nuklir meski dibantah Rusia.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Korea Utara, rusia, kim jong un

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup