Mozambik Dapat Pinjaman US$118 Juta dari IMF untuk Atasi Dampak Topan Idai

International Monetary Fund (IMF) akan memberikan pinjaman sebesar US$118,2 juta untuk Mozambik, setelah topan Idai menewaskan ribuan orang dan merusak sebagian besar kota dan desa.
Nirmala Aninda | 20 April 2019 11:55 WIB
Seorang warga Mozambik beristirahat di luar tenda di kamp pengungsian bagi penduduk yang terdampak Topan Idai di Beira, Mozambik, Sabtu (30/3/2019). - Reuters/Zohra Bensemra

Bisnis.com, JAKARTA -- International Monetary Fund (IMF) akan memberikan fasilitas pinjaman sebesar US$118,2 juta, setara dengan Rp1,65 triliun, untuk membangun kembali infrastruktur di Mozambik, setelah topan Idai menewaskan ribuan orang dan merusak sebagian besar kota dan desa.

Lebih dari 1.000 orang dilaporkan tewas akibat badai di Mozambik, Zimbabwe, dan Malawi setelah topan terburuk dalam beberapa dasawarsa menghantam pantai Samudra Hindia bagian timur pada Maret 2019. Topan Idai membawa angin kencang berkecepatan mencapai 170 kilometer per jam meluluhlantakkan kawasan tersebut.

Banjir hebat yang disebabkan oleh hujan lebat dan angin kencang menghantam desa dan kota, terutama di kota pelabuhan Beira di Mozambik. Hal itu membuat negara di selatan Afrika ini mati-matian mencari dana untuk memulai rencana pemulihan.

Bank Dunia memperkirakan negara-negara yang terkena bencana membutuhkan dana lebih dari US$2 miliar untuk pulih.

Saat ini, Mozambik memiliki cadangan dana kemanusiaan senilai US$337 juta, dengan dana sebesar US$281 juta terhimpun setelah topan melanda. Namun, jumlah ini hanya cukup menutup 23 persen dari total kebutuhan dana pembangunan.

"Bantuan keuangan dimaksudkan untuk mengatasi kesenjangan anggaran yang besar dan pembiayaan eksternal yang timbul dari kebutuhan rekonstruksi setelah Topan Idai, yang menyebabkan hilangnya banyak nyawa dan kerusakan infrastruktur," ujar Pemerintah Mozambik, seperti dilansir Reuters, Sabtu (20/4/2019).

Mozambik juga dilaporkan menghadapi serangkaian kasus kolera setelah topan merusak fasilitas air bersih. Kolera adalah penyakit endemik di Mozambik, yang telah mewabah secara berkelanjutan selama 5 tahun terakhir.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO), sekitar 2.000 orang terinfeksi dalam siklus wabah terakhir, yang berakhir pada Februari 2018.

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
imf, bencana alam

Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup