Digitalisasi Manuskrip Kristen Kuno di Biara Mesir

Naskah Kristen kuno yang ada di Biara St. Catherine di kaki gunung Sinai, Mesir mulai dilakukan digitalisasi.
Syaiful Millah
Syaiful Millah - Bisnis.com 18 April 2019  |  08:08 WIB

Kabar24.com, JAKARTA – Naskah Kristen kuno yang ada di Biara St. Catherine di kaki gunung Sinai, Mesir mulai dilakukan digitalisasi.

Sebuah tim dari Yunani melakukan pemotretat terhadap ribuan manuskrip yang rapuh dengan menggunakn proses kompleks, mencakup pengambilan gambar dalam cahaya merah, hijau, dan biru serta menggabungkannya menggunakan perankat lunak komputer khusus.

Langkah ini bertujuan untuk membuat arsip digital pertama dari sekitar 4.500 naskah yang ada di perpustakaan. Adapun, tahapan yang sekarang sedang dikerjakan adalah mendigitalisasi sekitar 1.100 manuskrip dalam bahasa Syria dan Arab yang sangat langka.

Proyek ni dimilai pada tahun lalu dan kini sedang dikerjakan oleh organisasi penelitian nirlaba Early Manuscripts Electronics Library (EMEL) bekerja sama dengan biara dan perpustakaan University of California. Rencananya, manuskrip online tersebut akan mulai diterbitkan pada musim gugur tahun ini.

“Pergolakan zaman kita membutuhkan penyelesaian cepat dari proyek ini,” kata Uskup Agung Damianos dari Sinai seperti dikutip dari Reuters, Rabu (17/4).

Biara St Catherine yang didirikan pada abad ke-6 tersebut termasuk dalam situs warisan dunia yang ditetapkan oleh Unesco. Biara tersebut juga termasuk dalam biara Kristen tertua yang masih digunakan untuk fungsi aslinya.

Manuskrip paling terkenal di perpustakaan itu adalah naskah Codex Sinaiticus abad ke-4, sebuah manuskrip Alkitab berbahasa Yunani yang berisi Perjanjian Baru lengkap dan tertua.

Peninggalan penting lainnya adalah naskah Codex Syiacus yang merupakan salinan kuno Injil di Syria. Selain itu, masih banyak manuskrip lain yang mencakup sains, kedokteran, dan sastra klasik Yunani.

Digitalisasi tahap pertama yang melibatkan 1.100 manuskrip Syria-Arab diperkirakan memakan waktu sekitar 3 tahun dengan dana yang diproyeksikan mencapai US$2,75 juta.

Adapun, proyek ini memberikan catatan yang lebih lengkap daripada proses microfiling parsial yang dilakukan beberapa waktu lalu oleh Perpustakaan Kongres Amerika Serikat dan Perpustakaan Nasional ISrel.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kristen

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top