Jokowi Kalah lagi di Jabar, Ridwan Kamil Masih Bingung

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil belum memiliki kesimpulan kenapa Jokowi kembali kalah di Pilpres 2019 seperti 2014 lalu di Provinsi Jabar.
Wisnu Wage Pamungkas
Wisnu Wage Pamungkas - Bisnis.com 18 April 2019  |  15:57 WIB
Jokowi Kalah lagi di Jabar, Ridwan Kamil Masih Bingung
Calon wakil presiden nomor urut 01 Maruf Amin (kiri) bersama anggota tim pemenangan paslon 01 Jokowi Maruf Amin, Ridwan Kamil (kanan) menghadiri kampanye akbar di Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Selasa (9/4/2019). - Antara

Bisnis.com, BANDUNG—Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil belum memiliki kesimpulan kenapa Jokowi kembali kalah di Pilpres 2019 seperti 2014 lalu di Provinsi Jabar.

Ketua Dewan Pengarah Tim Kampanye Daerah (TKD) Jabar ini mengatakan hasil Pilpres 2014 dengan Pilpres 2019 menunjukan hasil se-Indonesia tidak jauh berbeda. “Analisa saya secara pribadi bahwa Pilpres 2014 dengan 2019 kelihatannya gak beda,” katanya di Gedung Sate, Bandung, Kamis (18/4/2019).

Menurutnya Jokowi tetap kalah di barat-barat seperti Sumatera Barat, Jawa Barat, Nusa Tenggara Barat dan selalu kuat di Jawa Tengah, Jawa Timur.

“Menang di Jakarta, kalah di Banten. Yang membedakan cerita persentasenya. Ini yang belum bisa saya sampaikan, karena masih penghitungan,” tuturnya.

“Kalau disebut kalah ya kalah tapi apakah sama menipis menguat saya belum bisa ambil kesimpulan. Saya kira dalam pesta demokrasi sesuatu yang wajar. Menandakan bahwa politik bukan matematik,” ujarnya lagi.

Dia mengaku sebetulnya tidak memiliki kendala saat mengkampanyekan Jokowi. Bahkan untuk urusan kualitas, Ridwan Kamil mengaku sudah maksimal membantu. 

“Sudah maksimal, kalau persentasenya sama menandakan kerja keras empat tahun pun tidak selalu berbanding lurus dengan elektabilitas. Karena yang namanya demokrasi itu kesukaan. Kesukaan orang itu kadang tidak bisa diteorikan,” paparnya.

Terkait dampak penyebaran hoaks yang membuat tingkat keterpilihan Jokowi tidak naik dirinya menilai kemungkinan ada pengaruhnya meski belum dianalisa lebih mendalam. 

“Ini belum dianalisa tapi bacaan saya dari beberapa pengamatan seliweran hoaks ini kan luar biasa. Ukurannya laporan yang masuk ke Jabar Saber Hoaks itu 70 persen tentang Pemilu itu menandakan berita bohong dan meresahkan volumenya tinggi,” ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
jawa barat, Pilpres 2019

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup