Bawaslu Kudus Tangkap Dua Terduga Pelaku Politik Uang

Dua orang yang diduga membagi-bagikan uang kepada masyarakat dengan harapan memilih calon anggota legislatif yang ditentukan, kepergok Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Kudus, Jawa Tengah.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 16 April 2019  |  19:35 WIB
Bawaslu Kudus Tangkap Dua Terduga Pelaku Politik Uang
Petugas Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) kota Banda Aceh mengkampanyekan anti politik uang seusai apel siaga dan patroli pengawasan pemilihan umum 2019 di Banda Aceh, Aceh, Jumat (12//4/2019). - ANTARA/Irwansyah Putra

Bisnis.com, KUDUS –Dua orang yang diduga membagi-bagikan uang kepada masyarakat dengan harapan memilih calon anggota legislatif yang ditentukan, kepergok Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Uang Rp20.000-an hingga Rp100.000 jadi barbuk.

Ketua Bawaslu Kudus Moh Wahibul Minan menceritakan, mereka berpatroli pada pukul 21.00 WIB pada Senin (15/4), di Desa Temulus, Kecamatan Mejobo, Kudus.

Dari kegiatan itu, Bawaslu Kudus menangkap dua orang di dua tempat, yakni di Desa Temulus RT 5 RW 4 dan Desa Temulus RT 07/RW01. Kedua pelaku itu, yakni berinisial AS (46) dan AH (56) sama-sama warga Desa Temulus, Kecamatan Mejobo, Kudus.

Pelaku berinisial AS saat ditangkap membawa barang berupa uang pecahan Rp100.000 dengan total Rp4,6 juta. Selain itu, juga ditemukan barang bukti berupa kartu nama yang bergambar salah satu caleg DPRD Kabupaten Kudus daerah pemilihan empat, yakni Kecamatan Mejobo, Undaan, dan Bae.

Sebanyak 198 lembar kartu sudah diamankan yang disimpan di dalam tas pelaku.

Sementara itu, peran pelaku kedua yang berinsial AH juga kedapatan membawa uang pecahan Rp100.000 dengan jumlah sebanyak Rp5 juta.

Saat ini, Bawaslu Kudus telah mengamankan barang bukti, dan sudah mengantongi nama calon legislatif dan calon penerima uang.

Berdasarkan keterangan dari kedua pelaku, katanya, mereka disuruh dari salah seorang calon anggota legislatif dari Kabupaten Kudus.

Dari salah seorang pelaku, katanya, sudah membagikan kepada 20 orang, masing-masing ada yang mendapatkan uang sebesar Rp20.000 dan Rp25.000.

Sedangkan pelaku lainnya, kata dia, belum sempat membagikan, namun uang yang dikasih caleg itu berada di dalam tas miliknya.

Akibat dari kejadian itu, AS dan AH patut diduga melakukan penindakan pelanggaran politik uang dan keduanya terancam Pasal 523 ayat 2 UU Nomor 7/2017 tentang Pemilu.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Pilpres 2019

Sumber : Antara

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top