Pemilu 2019, Wapres Kalla : Semua Taat Selesaikan Perselisihan di MK

Wakil Presiden Jusuf Kalla menuturkan pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 tergolong rumit karena menyatukan dua pemilihan dalam satu waktu.
Anggara Pernando | 16 April 2019 17:19 WIB
Jusuf Kalla - Bisnis/Choirul Anam

Kabar24.com, JAKARTA — Sengketa hasil perhitungan legislatif diyakini akan mendominasi perkara di Mahkamah Konstitusi (MK).

Wakil Presiden Jusuf Kalla menuturkan pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 tergolong rumit karena menyatukan dua pemilihan dalam satu waktu.

Selain itu kontestan yang bersaing cukup banyak. Untuk itu diperkirakan akan banyak sengketa hasil perhitungan pemungutan suara yang akan dibawa ke MK.

"Pengalaman yang ada, semuanya taat ke MK, tidak menyelesaikannya dengan cara konflik," kata Jusuf Kalla di Istana Wakil Presiden Jakarta, Selasa (16/4/2019).

Jusuf Kalla mengharapkan seluruh peserta Pemilu 2019 komitmen untuk menyelesaikan permasalahan Pemilu melalui jalur hukum formal. Apalagi mekanisme di MK juga ketat. Hanya sengketa dalam jumlah selisih suara tipis yang dapat dipersoalkan.

"Sehingga setelah itu [perkara diputus hakim] selesai saja, tidak akan membawa suatu perbedaan yang berlebihan," katanya.

Apalagi, kata JK yang juga mantan Ketua Umum Golkar ini, para elite yang disimbolkan oleh para calon presiden Joko Widodo-Maruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno pascadebat yang keras terlihat akrab dan saling berbicara dengan santai.

"Elite itu kita lihat sendiri, setelah debat keras langsung peluk-pelukan antara Pak Jokowi dengan Pak Prabowo, dengan Sandi dengan Kiai Ma'ruf peluk pelukan ngobrol lagi, tidak ada rasa sentimen. Itu bagus sekali menjadi contoh kepada seluruh masyarakat," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
mahkamah konstitusi, Pilpres 2019

Editor : Stefanus Arief Setiaji

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top