Supaya Surat Suara Sah, Simak Cara Mencoblos yang Tepat

Pemilihan Umum atau Pemilu 2019 digelar pada Rabu (17/4/2019). Dua kandidat yaitu Joko Widodo atau Jokowi - Ma’ruf Amin dan Prabowo Subianto - Sandiaga Uno bertarung dalam Pemilihan Presiden atau Pilpres 2019. Selain itu, 16 partai ikut berlaga dalam Pemilihan Legislatif alias Pileg 2019 memperebutkan kursi di DPR atau DPRD Kota/Kabupaten.
JIBI | 16 April 2019 08:17 WIB
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman menunjukkan surat suara yang telah dicoblos saat menggunakan hak pilihnya pada Simulasi Pemungutan dan Penghitungan Suara Pemilu 2019 di halaman Kantor KPU, Jakarta, Selasa (12/3/2019). - ANTARA/Indrianto Eko Suwarso

Bisnis.com, JAKARTA - Pemilihan Umum atau Pemilu 2019 digelar pada Rabu (17/4/2019). Dua kandidat yaitu Joko Widodo atau Jokowi - Ma’ruf Amin dan Prabowo Subianto - Sandiaga Uno bertarung dalam Pemilihan Presiden atau Pilpres 2019. Selain itu, 16 partai ikut berlaga dalam Pemilihan Legislatif alias Pileg 2019 memperebutkan kursi di DPR atau DPRD Kota/Kabupaten.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) bolak-balik menyerukan agar masyarakat Indonesia menggunakan hak pilih mereka alias jangan golput. Masalahnya, tidak hanya golput yang menghantui Pemilu, tetapi juga surat suara tidak sah.

Dari permasalahan tersebut, KPU pun mengubah beberapa ketentuan soal syarat surat suara dianggap sah. Berdasarkan Peraturan KPU Nomor 3 Tahun 2019, ada 19 cara mencoblos agar suara Anda sah. Jadi perhatikan hal-hal di bawah ini sebelum mencoblos pada 17 April 2019 agar suara Anda tak terbuang sia-sia:

1. Pemilihan Presiden

- Mencoblos foto, nomor urut, nama pasangan calon, atau gambar partai pendukung.

- Mencoblos lebih dari satu dalam kotak calon pilihan Anda. Misal, mencoblos foto calon dan partai pendukung.

- Mencoblos di garis yang merupakan kotak milik calon pilihan Anda.

2. Pemilihan Anggota Dewan Pimpinan Daerah (DPD)

- Mencoblos foto, nomor urut calon anggota DPD, atau nama anggota DPD.

- Mencoblos lebih dari satu dalam kotak pilihan Anda. Misal, mencoblos nomor urut dan nama calon anggota DPD pilihan.

- Mencoblos di garis yang merupakan kotak milik calon pilihan Anda.

3. Pemilihan anggota DPR dan DPRD Provinsi, Kota, serta Kabupaten.

- Mencoblos gambar partai, maka suara akan menjadi milik partai.

- Mencoblos gambar partai dan lebih dari satu calon anggota legislatif di partai tersebut. Suara sah tetapi menjadi milik partai.

- Mencoblos lebih dari satu nama caleg dari partai yang sama. Jika dilakukan suara tetap sah, tetapi menjadi milik partai.

- Mencoblos lebih dari sekali di kolom partai yang terdiri dari lambang partai, nomor urut, dan nama partai. Suara untuk partai.

- Dalam beberapa kasus, ada partai yang memiliki jumlah caleg kurang dari sepuluh. Sehingga deretan nama caleg mereka tidak utuh. Nah, jika pemilih mencoblos di bagian putih dari kotak partai yang jumlah calegnya tak sampai 10 maka suara masih dianggap sah untuk partai.

- Mencoblos lebih dari satu, dengan syarat Anda misalnya sudah mencoblos; nama, lambang partai, atau nomor urut partai dan kemudian menusuk satu nama calon dari partai yang sama. Jika hal ini terjadi suara sah untuk calon.

- Mencoblos dua nama calon dari satu partai yang sama. Tetapi suara sah untuk partai.

- Mencoblos garis kotak yang bersisian dengan kolom nama, nomor urut, dan lambang partai. Sah untuk partai.

- Mencoblos garis kotak yang bersisian dengan satu caleg. Sah untuk caleg.

- Mencoblos garis yang bersisian dengan dua caleg. Jika kasus ini terjadi maka suara tetap sah namun dihitung untuk partai.

- Mencoblos lebih dari satu kali nama calon yang sama. Misalnya anda memilih caleg A dari partai X. Lalu, anda mencoblos dua kali yaitu nama dan nomor urut caleg pilihan Anda. Maka suara ini tetap sah untuk caleg..

Jika ada yang mencoblos lebih dari satu caleg. Misal caleg A dan B dicoblos tapi si calon A sudah didiskualifikasi karena satu dan lain hal maka suara sah untuk caleg B.

- Mencoblos satu nama caleg.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Pemilu 2019, Pilpres 2019

Sumber : Tempo.Co
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top