Terjaring OTT KPK, Bowo Sidik Pangarso Tetap Caleg Golkar

Calon anggota legislatif Bowo Sidik Pangarso kena operasi tangkap tangan atau OTT oleh Komisi Pemberantasan Korupsi. Statusnya sebagai peserta pemilu tidak berubah.
Jaffry Prabu Prakoso
Jaffry Prabu Prakoso - Bisnis.com 29 Maret 2019  |  14:52 WIB
Terjaring OTT KPK, Bowo Sidik Pangarso Tetap Caleg Golkar
Anggota DPR Fraksi Golkar Bowo Sidik Pangarso (tengah) dibawa ke mobil tahanan usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (28/3/2019). - ANTARA/Reno Esnir

Bisnis.com, JAKARTA — Calon anggota legislatif Bowo Sidik Pangarso kena operasi tangkap tangan atau OTT oleh Komisi Pemberantasan Korupsi. Statusnya sebagai peserta pemilu tidak berubah.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman mengatakan bahwa ini karena belum ada putusan berkekuatan hukum tetap.

“Ya kan belum ada putusan inkrah. Ya nanti kita tunggu putusan inkrahnya seperti apa,” katanya di Gedung KPU, Jakarta, Jumat (29/3/2019).

Sebelumnya Bowo yang juga anggota DPR Komisi VI Fraksi Golkar ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan suap penyewaan kapal antara PT Pupuk Indonesia Logistik dan PT Humpuss Transportasi Kimia.

Tersangka Bowo diduga mengumpulkan uang suap untuk serangan fajar pada Pemilu 2019. Dia ikut serta pada pemilihan calon legislatif di Dapil II Jawa Tengah.

Tak tanggung-tanggung, kepada lembaga antirasuah itu Bowo mengaku uang yang dikumpulkannya sebesar Rp8 miliar untuk kebutuhan politiknya.

Melihat kasus ini, Arief menjelaskan bahwa serangan fajar dilarang karena termasuk politik uang.

“Dilarang melakukan serangan fajar, dilarang money politics, dan dilarang melakukan penyebaran fitnah hoaks. Itu sudah jelas di slogan KPU,” ucapnya. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
caleg, Pilpres 2019

Editor : Akhirul Anwar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top