Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pangeran Charles, Anggota Keluarga Kerajaan Inggris, Pertama Berkunjung ke Kuba

Pangeran Charles dan istrinya, Camilla, tiba di Havana, Kuba pada Minggu (24/3/2019). Ini menjadi kunjungan pertama keluarga Kerajaan Inggris ke negara komunis tersebut, meski sekutu utamanya, Amerika Serikat, berusaha mengisolasi negara kepulauan itu.
Denis Riantiza Meilanova
Denis Riantiza Meilanova - Bisnis.com 25 Maret 2019  |  09:31 WIB
Pangeran Charles dan Camilla - femalefirst.co.uk
Pangeran Charles dan Camilla - femalefirst.co.uk

Bisnis.com, JAKARTA - Pangeran Charles dan istrinya, Camilla, tiba di Havana, Kuba pada Minggu (24/3/2019). Ini menjadi kunjungan pertama keluarga Kerajaan Inggris ke negara komunis tersebut, meski sekutu utamanya, Amerika Serikat, berusaha mengisolasi negara kepulauan itu.

Mengutip Reuters, Senin (25/3/2019), tak lama setelah pesawat Royal Air Force tiba, pewaris takhta Kerajaan Inggris itu meletakkan karangan bunga di monumen pahlawan kemerdekaan, Jose Marti, di Alun-alun Revolusi Havana .

Dalam kunjungan bersejarah selama 3 hari tersebut, Pangeran Charles dijadwalkan akan makan malam dengan Presiden Kuba Miguel Diaz-Canel. Ini akan menjadi pertemuan kedua mereka dalam setahun sejak Presiden Kuba berusia 58 tahun itu mengunjungi sang pangeran pada November lalu di London.

Pangeran Charles juga dijadwalkan untuk melakukan tur ke distrik kolonial di Havana, mengunjungi komunitas dan proyek-proyek energi hijau, serta mengulas parade mobil-mobil antik Inggris.

Kunjungan kerajaan ini sejalan dengan normalisasi hubungan antara Barat dan Kuba yang terjadi 3 tahun setelah mantan Presiden Amerika Serikat Barack Obama mengumumkan awal bab baru untuk hubungan antara musuh-musuh lama Perang Dingin.

Namun demikian, sejak Donald Trump menjadi presiden, Amerika Serikat kembali ke strateginya yang sudah berjalan puluhan tahun, yakni menekan Kuba untuk berubah, termasuk memperketat embargo perdagangannya.

William LeoGrande, seorang profesor pemerintahan di American University, memandang bahwa kunjungan resmi oleh delegasi tingkat tinggi dari negara-negara besar semacam itu memberikan legitimasi kepada pemerintah Kuba dan menunjukkan peringatan implisit kepada Amerika Serikat bahwa tindakan bermusuhan terhadap Kuba dapat menimbulkan biaya diplomatik dengan sekutu penting.

Adapun kunjungan Pangeran Charles ke Kuba merupakan bagian dari turnya ke Karibia. Pemerintah Inggris telah meminta pasangan kerajaan itu untuk menambahkan Kuba daftar tur mereka dengan harapan dapat meningkatkan perdagangan dan ikatan budaya, serta pengaruh politik.

Peluang untuk melakukan bisnis di Kuba diperkirakan akan tumbuh ketika Kuba terus membuka perekonomiannya. Selain itu, Inggris tengah berupaya meningkatkan perdagangan dengan mitra alternatif sejak referendum untuk keluar dari Uni Eropa 3 tahun lalu.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kuba kerajaan inggris
Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top