Produk Mebel Indonesia Diminati Warga Austria

Aneka produk mebel dan interior design produk kayu Indonesia menarik minat pengunjung pameran Wohnen & Interiuer di Wina, Austria, yang berlangsung pada 9-17 Maret 2019.
Andhina Wulandari
Andhina Wulandari - Bisnis.com 11 Maret 2019  |  16:33 WIB

Bisnis.com, WINA – Aneka produk mebel dan interior design produk kayu Indonesia menarik minat pengunjung pameran Wohnen & Interiuer di Wina, Austria, yang berlangsung pada 9-17 Maret 2019.

KBRI/PTRI Wina menggandeng 10 pengusaha UMKM dan besar pada Pameran Wohnen & Interiuer yang merupakan event tahunan pameran furnitur terbesar di Austria dan kali kedua diikuti Indonesia.

Duta Besar RI untuk Austria dan Slovenia, Dr. Darmansjah Djumala, dalam pembukaan pameran menyampaikan bahwa potensi ekspor produk kayu Indonesia ke Austria sangat besar. Hal ini terlihat dari adanya peningkatan ekspor yang signifikan dari tahun 2016 ke 2018, yaitu sebesar 278 persen.

“Angka ini mencerminkan peluang yang saya yakin tidak ingin dilewatkan oleh para pengusaha. Dengan berpartisipasi dalam pameran ini, kami ingin mempromosikan lebih jauh potensi tersebut sehingga dapat terwujud menjadi kegiatan bisnis yang nyata. Acara ini menjadi ruang bagi perusahaan mebel Indonesia dan Austria untuk bertemu langsung, bertukar kontak, dan menindaklanjuti dengan kemitraan bisnis yang konkret,” kata Djumala, seperti dilansir siaran pers KBRI Wina, Senin (11/03/2019).

Ditambahkannya, Indonesia adalah negara pertama di dunia yang menerapkan lisensi FLEGT, atau Forest Law Enforcement, Governance and Trade. Dengan lisensi tersebut, produk kayu Indonesia yang diekspor ke Uni Eropa telah dijamin legalitasnya dan dipastikan diproduksi dengan memperhatikan keberlanjutan lingkungan (environmentally sustainable). Oleh karena itu, Indonesia harus mengoptimalkan FLEGT License untuk menggenjot ekspor kayu dan produk kayu ke Eropa, termasuk Austria.

Guna mendorong optimalisasi pemanfaatan FLEGT License, akan dilaksanakan Forum Bisnis antara Indonesia dengan Austria di sela-sela pameran, yaitu pada tanggal 11 Maret 2019. Pada kesempatan itu, wakil dari kedua negara, baik dari kalangan pemerintah maupun pengusaha, akan menggunakan kesempatan untuk berdialog dalam memanfaatkan FLEGT License serta membahas berbagai kendala dan tantangan dalam penerapan FLEGT dan mencarikan solusinya.

Stan Indonesia pada pameran Wohnen & Interiuer tahun ini mempresentasikan perusahaan mebel yang pernah ikut dan baru pertama ikut dengan jumlah meningkat dua kali lipat dari tahun sebelumnya yang hanya berjumlah 5. Hal ini menunjukkan meningkatnya animo pengusaha mebel Indonesia untuk mengekspor ke Austria dan tingginya potensi pasar di Austria untuk produk-produk mebel Indonesia.

Hari pertama pameran, para pengunjung Stan Indonesia sudah merancang untuk tindak lanjut pemesanan untuk design interior tempat tinggal atau apartemen yang disewakan. Selama 9 hari ke depan diharapkan para pengusaha Indonesia dapat menjaring mitra baru di Austria dan negara Eropa Tengah lainnya untuk meningkatkan ekspor ke Eropa yang selama ini dilakukan termasuk ke Jerman dan Italia.

Secara keseluruhan, pameran ini diikuti oleh lebih dari 750 perusahaan dari negara-negara Eropa, antara lain Austria, Jerman, Belanda, Italia, Swiss, Belgia, Hungaria, dan Ceko, dan dikunjungi oleh lebih dari 80.000 pengunjung. (K15)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
mebel, austria

Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup