Wapres JK : Masjid Harus Dijauhkan dari Politik 

Masjid harus dijauhkan dari politik tapi harus didekatkan dengan pengetahuan dan masyarakat.
Anggara Pernando
Anggara Pernando - Bisnis.com 28 Februari 2019  |  01:43 WIB
Wapres JK : Masjid Harus Dijauhkan dari Politik 
Wakil Presiden yang juga Ketua DMI Jusuf Kalla (ketiga kanan) Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kiri), Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Djalil (kedua kanan), disela pelantikan Pengurus Pusat Dewan Masjid Indonesia, di Jakarta, Jumat (12/1/2018). - ANTARA

Bisnis.com, JAKARTA -- Wakil Presiden Jusuf Kalla mengingatkan masjid harus dijauhkan dari kegiatan politik. Meski begitu, masjid harus didekatkan menjadi pusat pengetahuan dan pemberdayaan masyarakat sekitarnya.

"Kita harus betul-betul jangan pernah memakai orientasi keagamaan. [Jauhakan] masjid dipakai dalam politik. Karena kalau dipakai dalam politik pasti jamaah masjid pecah," kata Jusuf Kalla (JK) yang juga Ketua Dewan Masjid Indonesia di Pondok Gede Jakarta, Rabu (27/2/2019). 

JK menyebutkan para pengurus masjid harus menyerap aspirasi dari lingkungan sekitar terutama dari pemuda. Menurut JK masjid harus dimakmurkan dengan ilmu pengetahuan. 

"Bagaimana masjid digunakan tempat belajar kemajuan, untuk ekonomi hingga belajar teknologi," katanya. 

Jusuf Kalla juga mengingatkan saat ini berdasarkan survei wajah islami diduduki oleh negara-negara yang mayoritas penduduknya bukan Muslim seperti Singapura, Swedia, hingga Norwegia. Sementara Indonesia yang mayoritas penduduknya Muslim berada di peringkat 140.

"Hubungan kita antarmanusia. Inilah perlu kita perbaiki," kata JK.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
masjid, Wapres JK

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top