Kemenag Seleksi Calon Petugas Haji, Siap Rekrut 914 Orang

Seleksi calon petugas haji 1440H/2019M dilakukan Senin (25/2/2019) secara berjenjang, dari Kantor Kemenag Kab/Kota hingga Kanwil Kemenag Provinsi dan Satker Eselon I Kemenag pusat.
Hafiyyan
Hafiyyan - Bisnis.com 26 Februari 2019  |  21:33 WIB
Kemenag Seleksi Calon Petugas Haji, Siap Rekrut 914 Orang
Gedung Kementerian Agama - kemenag.go.id

Bisnis.com, JAKARTA—Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama mulai melakukan seleksi calon petugas haji 1440H/2019M pada Senin (25/2/2019). Seleksi dilakukan secara berjenjang, dari Kantor Kemenag Kab/Kota hingga Kanwil Kemenag Provinsi dan Satker Eselon I Kemenag pusat.

"Hari ini seleksi digelar serentak di Kankemenag Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia," ujar Direktur Bina Haji Kemenag Khoirizi melalui siaran pers, Senin (25/2/2019). Khoirizi ikut menyaksikan proses seleksi di Kankemenag Yogyakarta.

Menurutnya,  petugas haji terbagi dua,  kloter dan non kloter. Seleksi dilakukan untuk memilih keduanya. Jemaah haji Indonesia terbagi menjadi 511 kloter dan setiap kloter ada lima petugas, yakni tiga petugas kesehatan (dokter dan perawat), serta masing-masing petugas pemandu haji dan pembimbing ibadah haji Indonesia.

Untuk petugas kloter, total ada 1.022 orang yang direkrut Kemenag, sedangkan petugas kesehatan sejumlah 1.533 orang direkrut oleh Kementerian Kesehatan. Jadi, komposisi petugas kloter terdiri 40% petugas Kemenag dan 60% petugas Kemenkes.

Untuk petugas non kloter, lanjut Khoirizi, jumlahnya 1.226, terdiri dari 914 petugas yang direkrut Kemenag dan 312 petugas yang direkrut Kemenkes. Sebanyak 914 petugas Kemenag terdiri dari Kemenag dan unsur instansi terkait, seperti TNI/Polri, Media Center Haji (MCH), perguruan tinggi, BPS, dan Konsultan Ibadah.

"Selama di Saudi, 914 petugas non kloter akan bertugas pada bidang layanan umum yang mencakup akomodasi,  transportasi, dan konsumsi. Juga layanan bimbingan ibadah, perlindungan, keamanan, termasuk publikasi," tuturnya.

Seleksi tingkat Kankemenag Kab/Kota berlangsung sehari dalam bentuk tes tertulis. Dijelaskan Khoirizi, total ada 100 soal, dengan komposisi pengetahun manasik (fiqh) 15%, manasik lanjutan 15%, umum 15%, regulasi perhajian 15%,. akomodasi haji 10%, transportasi haji 10%,  konsumsi haji 10%,  dan siskohat 10%.

Seleksi Kab/Kota diikuti ASN Kantor Kemenag, termasuk guru madrasah, penyuluh, dan penghulu KUA dan tenaga profesional lainnya. Tahapan seleksi tingkat Kab/Kota meliputi seleksi administrasi dan seleksi kompetensi/tes tertulis.

"Hasil seleksi akan diumumkan pada 28 Februari 2019 di Kankemenag setempat," lanjutnya.

Peserta yang lolos seleksi di Kab/Kota, akan mengikuti seleksi tingkat provinsi. Seleksi tingkat provinsi dilaksanakan di  Kanwil Kemenag Provinsi pada tanggal 5 Maret 2019. Seleksi tingkat provinsi berupa tes kompetensi berbasis CAT dan wawancara dan/atau praktik.

"Hasil seleksi tingkat provinsi akan diumumkan pada 8 Maret 2019 di Kanwil Kemenag Provinsi," terangnya.

Kakanwil selanjutnya akan melaporkan hasil seleksi tersebut ke Ditjen PHU untuk ditetapkan sebagai PPIH Arab Saudi 1440H/2019M. Adapun, seleksi di tingkat Eselon I  akan digelar pada 4 April 2019 di Asrama Haji Pondok Gede.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Ibadah Haji

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup