Najeela Shihab: Pendidikan Terpenting Adalah Kemampuan Beradaptasi

Psikolog dan pemerhati pendidikan Najeela Shihab mengatakan bahwa permasalahan pemerataan pendidikan di indonesia bukan hanya bertumpu pada pendidikan.
Putri Salsabila
Putri Salsabila - Bisnis.com 24 Februari 2019  |  04:41 WIB
Najeela Shihab: Pendidikan Terpenting Adalah Kemampuan Beradaptasi
Seorang anak belajar dengan menyalakan lilin sebagai alat bantu penerangan saat listrik padam, di Kota Gorontalo, Gorontalo, Minggu (6/1/2019). - Antara/Adiwinata Solihin

Bisnis.com, JAKARTA – Psikolog dan pemerhati pendidikan Nazeela Shihab mengatakan bahwa permasalahan pemerataan pendidikan bukan hanya bertumpu pada pendidikan.

Menurutnya, permasalahan pendidikan dan ekonomi serta politik saling berkaitan dan tidak bisa terpisahkan.

“Sebetulnya isu urbanisasi dan isu ekonomi kompleks, politik dan sebagainya sangat berkaitan. Bukan hanya pendidikan saja, ada beberapa prinsip dasar yang baik yang bisa dilakukan dimana saja. saya sampaikan bahwa esensi pendidikan adalah transformasi,” ujarnya.

Transformasi yang dimaksud Najeela adalah setiap manusia dapat merasa bahwa dirinya berdaya, mengenal dirinya dan bisa memahami kebutuhan lingkungannya. Menurutnya, kesadaran masyarakat Indonesia tentang pendidikan perlu disamakan.

“Pendidikan itu bukan karena sekolah, dapat ijazah bekerja tetapi kemampuan beradaptasi sepanjang hayatnya. Apa yang ada di desa sekarang, 10 tahun akan berubah, jadi yang diperlukan adalah kemampuan beradaptasi,” lanjutnya.

Najeela menambahkan bahwa kita semua perlu mengantar setiap dan semua anak Indonesia menuju cita-citanya.

Sebagai bangsa, menurutnya, Indonesia memiliki tujuan yang besar bukan sekadar pencapaian intelektual atau memastikan pekerjaan, tetapi juga menumbuhkan potensi manusia secara utuh dalam berbagai aspek perkembangan.

“Saat ini, pendidikan Indonesia butuh percepatan perbaikan, ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau murid dan guru di sekolah, tetapi butuh kita semua untuk ambil peran. Banyak komunitas dan organisasi pendidikan, juga individu yang memilih menjadi relawan kerja bareng untuk pendidikan,” ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pendidikan

Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup