Pentingkah Kurikulum Pendidikan Kota di Desa?

Sistem pendidikan di Indonesia tergolong besar dan beragam. Jumlah murid lebih dari 50 juta dan tenaga pengajar sebanyak 2,6 juta yang tersebar lebih dari 250.000 sekolah masih dirasa kurang.
Putri Salsabila
Putri Salsabila - Bisnis.com 24 Februari 2019  |  04:36 WIB
Pentingkah Kurikulum Pendidikan Kota di Desa?
Ilustrasi: Siswa SD Yayasan Madrasah Ibtidaiyah Darussalam Sukaraja mengikuti kegiatan belajar mengajar di dalam tenda di Desa Sukaraja, Kabupaten Lampung Selatan, Lampung. - Antara/Ardiansyah

Bisnis.com, JAKARTA – Sistem pendidikan di Indonesia tergolong besar dan beragam. Jumlah murid lebih dari 50 juta dan tenaga pengajar 2,6 juta yang tersebar lebih dari 250.000 sekolah masih dirasa kurang.

Saat ini berbagai komunitas pendidikan ikut serta membantu dan mendorong pendidikan dari pinggir pulau Indonesia. Tak hanya itu, berbagai kegiatan pendidikan, kelas inspirasi hingga pengabdian kerelawanan sudah masif. Namun, apakah pendidikan yang ada di kota apakah relevan untuk para murid di pinggiran Indonesia?

Menurut Direktur Indonesia Mengajar Satria Ugahari, selain diperlukan materi yang spesifik setiap regional di Indonesia, menurutnya, hal yang harus terus dilakukan adalah memberikan hak menerima informasi kepada anak-anak tentang pengetahuan materi pendidikan yang berkiblat kepada kota.

“Setiap anak berhak mengetahui profesi-profesi apa saja yang ada baik di kota maupun di desa dan mereka juga berhak untuk memilih profesi apa yang mereka inginkan. kita tidak memaksa mereka untuk memilih sesuatu yang tidak menarik baginya,” ujarnya pada Sabtu (23/02/2019).

Satria mengakui bahwa Indonesia Mengajar telah memberikan lima kewajiban yang perlu dilaksanakan oleh para relawannya salah satunya memberikan pengetahuan kepada murid, guru, orang tua, serta masyarakat di pedalaman.

“Jadi, bagi saya tidak masalah jika ada anak di desa yang ingin menjadi dokter di kota, PR nya adalah para relawan muda melatih mereka bukan untuk mendikte tetapi sebagai pengajar yang memfasilitasi,” ujarnya.

Pendidikan dan fasilitas berkelas kota diperlukan untuk seluruh daerah pinggiran Indonesia. Menurutnya, yang diperlukan adalah memakmurkan desa dan memodernisasikan desanya dengan cara membuat para murid bangga dan ingin membangun desanya.

Namun, Satria mengatakan setiap orang tidak memiliki hak untuk memaksa anak untuk memilih sesuatu yang tidak dia inginkan. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pendidikan

Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup