TKN Jokowi-Ma'ruf Klaim Pembangunan Transportasi Massal On the Track

Juru Bicara TKN Jokowi Ma'ruf Lena Maryana Mukti mengatakan bahwa pembangunan transportasi massal seperti MRT dan LRT yang dijalankan pemerintah sudah sesuai dengan perencanaan yang ada.
Aziz Rahardyan
Aziz Rahardyan - Bisnis.com 21 Februari 2019  |  12:00 WIB
TKN Jokowi-Ma'ruf Klaim Pembangunan Transportasi Massal On the Track
Pekerja beraktivitas pada pembangunan transportasi massal Light Rail Transit (LRT) di Cibubur, Jakarta Timur, Rabu (15/2). - Antara/Yulius Satria Wijaya

Bisnis.com, JAKARTA — Juru Bicara TKN Jokowi Ma'ruf Lena Maryana Mukti mengatakan bahwa pembangunan transportasi massal seperti MRT dan LRT yang dijalankan pemerintah sudah sesuai dengan perencanaan yang ada.

"Feasibility study untuk berbagai proyek transportasi massal sebenarnya sudah ada di masa pemerintahan sebelumnya. Namun baru di jaman pemerintahan Presiden Joko Widodo realisasi pembangunannya digencarkan," ungkapnya dalam keterangan resmi yang diterima Bisnis, Rabu (20/2/2019).

“Kami mengapresiasi pemerintah telah menyiapkan visi transportasi publik seiring dengan meningkatnya pertumbuhan penduduk di Indonesia sehingga tidak menunggu macet terlebih dahulu namun telah mempersiapkan sejak jauh-jauh hari,” tambahnya.

Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini yakin pembangunan transportasi massal, salah satunya LRT di Palembang yang disorot saat debat, telah melewati Feasibility Study yang mumpuni dan memiiliki data terkait pembiayaan yang sesuai dibandingkan negara lain, dengan memperhatikan aspek seperti kontur alam hingga permasalahan teknis di Indonesia.

“Mari kita tinggalkan era Orde Baru yang tidak memiliki visi terkait pembangunan transportasi massal di kota-kota besar di Indonesia sehingga anak cucu di era sekarang terlalu bergantung dengan kendaraan pribadi yang memicu kemacetan seiring bertambahnya penduduk di Indonesia,” tandasnya.

Lena mengajak masyarakat bangga dengan apa yang telah dibangun oleh bangsa kita sendiri dan jangan merasa inferior dengan bangsa asing sehingga terlihat lebih membanggakan bangsa asing dibandingkan bangsa kita sendiri layaknya era Orde Baru.

Anggota Komisi IX ini menilai bahwa pembangunan proyek transportasi massal yang ada merupakan bentuk visioner dari pemerintah Indonesia dalam membangun infrastruktur transportasi publik di Indonesia untuk masa depan bangsa.

Sebelumnya dalam Debat Capres II, Presiden Jokowi mengatakan bahwa butuh waktu untuk membuat masyarakat mau beralih dari penggunaan transportasi pribadi ke transportasi massal.

Oleh sebab itu, Lena menilai keberhasilan pembangunan proyek transportasi tidak bisa diukur dengan potret saat ini dimana angkutan pribadi masih mendominasi ketimbang angkutan massal.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
transportasi massal, KAMPANYE PILPRES

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top