FOKUS PASAR GLOBAL: Reli Saham AS hingga Perbaikan Pasar Finansial Asia

Bursa Amerika Serikat mencatatkan perpanjangan periode reli beberapa hari terakhir karena investor tidak terlalu mengkhawatirkan perkembangan dari perundingan dagang antara Washington - Beijing. 
Nirmala Aninda
Nirmala Aninda - Bisnis.com 20 Februari 2019  |  09:51 WIB

Bisnis.com, JAKARTA -- Bursa Amerika Serikat mencatatkan perpanjangan periode reli beberapa hari terakhir karena investor tidak terlalu mengkhawatirkan perkembangan dari perundingan dagang antara Washington - Beijing. Sementara itu, kondisi finansial di seluruh Asia terlihat semakin membaik didorong oleh reli pasar saham, penurunan imbal hasil obligasi, dan perubahan kebijakan The Fed yang menjadi lebih dovish.

Berikut sejumlah sentimen yang menjadi fokus pasar global seperti dikutip dari Bloomberg, Rabu (20/2/2019):

1. AS Minta China Jaga Stabilitas Yuan

Sejumlah sumber yang memiliki informasi terkait proses perundingan dagang antara AS - China mengatakan pihak Washington meminta Beijing untuk menjaga nilai tukar yuan sebagai bagian dari negosiasi perdagangan antar kedua negara adidaya. Hal ini merupakan upaya yang bertujuan untuk menetralisasi langkah China melawan tarif dagang dengan mendevaluasi yuan.

Pejabat pemerintahan dari kedua negara saat ini tengah membahas tentang penanganan kebijakan mata uang melalui nota kesepahaman yang akan membentuk dasar kesepakatan. Kesepakatan ini nantinya harus disetujui oleh Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping.

Janji stabilitas nilai tukar yuan sebelumnya sudah pernah dibahas dalam beberapa  sesi perundingan dagang selama beberapa bulan terakhir, kedua negara telah mencapai kesepakatan sementara bahwa hal ini akan termasuk dalam kerangka kerja sama. Adapun, negosiasi dilanjutkan pada Selasa (19/2) waktu Washington hingga Jumat (22/2).

2. Saham Bergerak Lebih Tinggi

Saham Asia terlihat akan mencetak keuntungan menyusul kenaikan tipis saham Amerika Serikat. Pertumbuhan realisasi penjualan Walmart Inc. berhasil mendorong saham konsumen pada Selasa (19/2), sementara tresuri terus menguat sambil para investor terus memantau hasil perundingan dagang antara AS dengan China. S&P 500 tercatat naik untuk keenam kalinya dalam tujuh sesi sehingga mengerek peningkatan hingga level tertinggi sejak awal Desember.

Dalam masa libur panjang yang berakhir pada Januari 2019, Walmart mencatatkan pertumbuhan penjualan, realisasi ini memberikan dorongan positif  bagi para peritel dan perusahaan pembangun rumah. Di sisi lain, Imbal hasil Treasury 10-tahun turun di bawah 2,64% karena kekhawatiran terhadap gencatan senjata perdagangan yang akan berakhir 1 Maret 2019 akan selesai tanpa kesepakatan, yang dapat mengarah ke tarif baru.

Sementara itu dolar AS melemah dibandingkan dengan mata uang utama lainnya menjelang pidato pejabat The Fed pekan ini dan rilis dari risalah pertemuan dewan pejabat pada Rabu (20/2), waktu setempat yang seharusnya memberikan gambaran kebijakan bank sentral yang lebih dovish. Yuan China yang diperdagangkan di luar negeri menguat terhadap dolar AS.

3. Kesepakatan Dagang Inggris dengan Jepang dan Korea akan Tertunda

Menteri Bisnis Inggris Greg Clark mengatakan Inggris kemungkinan tidak akan mencapai kesepakatan dengan Jepang dan Korea Selatan untuk menggantikan kesepakatan perdagangan eksisting sebelum Brexit yang dijadwalkan pada 29 Maret. Inggris mendapat manfaat dari sekitar 40 perjanjian perdagangan bebas dengan 70 negara melalui keanggotaan Uni Eropa, saat ini Inggris berupaya memperpanjang perjanjian dagang pasca Brexit. Jika digabungkan, manfaat perjanjian dagang ini menyumbang 11% dari total perdagangan Inggris.

"Sayangnya tidak semua FTA, seperti Jepang dan Korea yang memiliki peran penting, diharapkan selesai tepat waktu," kata Clark pada konferensi tahunan kelompok lobi manufaktur MakeUK, seperti dikutip oleh Bloomberg, Rabu (20/2/2019).

Menurut Clark, perpanjangan perjanjian dagang merupakan langkah penting untuk menjaga ekonomi Inggris sehingga no-deal Brexit sangat tidak dianjurkan.

4. Trump Tidak Terburu-buru Desak Denuklirisasi Korea Utara

Presiden Donald Trump mengatakan dia tidak terburu-buru untuk membuat kesepakatan nuklir dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un. Trump mengatakan kepada wartawan di Gedung Putih, Selasa (19/2), bahwa dia tidak terburu-buru karena dia memiliki hubungan yang kuat dengan pemimpin Korea Utara dan sanksi AS terhadap negara itu tetap berlaku, sementara mereka bekerja untuk menegosiasikan kesepakatan untuk mengakhiri program senjata dan rudal nuklir Kim.

Trump mengatakan bahwa ia telah berbincang dengan Presiden Korea Selatan Moon Jae-In tentang KTT yang direncanakannya dengan Kim yang dijadwalkan 27-28 Februari di Hanoi. Trump mengatakan dia telah membahas semua aspek pertemuan dengan Moon. Trump menambahkan bahwa dia berencana untuk mengadakan pembicaraan serupa pada Rabu (20/2) dengan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe.

5. Pergeseran Fed Meringankan Kondisi Keuangan Asia

Kondisi finansial di seluruh Asia terlihat semakin membaik didorong oleh reli pasar saham, penurunan imbal hasil obligasi dan perubahan kebijakan The Fed yang menjadi lebih dovish. Indeks Kondisi Keuangan Bloomberg Asia, kecuali Jepang, yang bergerak terbalik terhadap tekanan keuangan terhadap nilai tukar, obligasi dan pasar saham, menunjukkan kelonggaran dalam empat bulan terakhir.

Tahun lalu, indeks menunjukkan kondisi paling ketat sejak 2015 di tengah kenaikan suku bunga dan biaya pinjaman korporasi dan pasar saham yang merosot. Pergeseran sikap The Fed menjadi 'bantuan' bagi kawasan ekonomi yang menyumbang lebih dari 60% dari output ekonomi dunia dan telah dibebani oleh ketidakpastian yang berkelanjutan dari perang perdagangan AS-China. Sinyal The Fed yang mengindikasikan penundaan siklus kenaikan suku bunga telah memberikan lampu hijau kepada sejumlah negara di Asia untuk melakukan hal yang sama, India bahkan memutuskan untuk memotong biaya pinjaman.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bursa as, sentimen pasar

Editor : Gita Arwana Cakti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top