Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Buntut Laporan Keracunan, Mongolia Hentikan Operasi KFC

Pihak regulator Mongolia menyatakan akan menghentikan sementara operasi restoran cepat saji KFC di negara tersebut guna kepentingan penyelidikan.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 19 Februari 2019  |  16:51 WIB
KFC - Istimewa
KFC - Istimewa

Kabar24.com, JAKARTA – Pihak regulator Mongolia menyatakan akan menghentikan sementara operasi restoran cepat saji KFC di negara tersebut guna kepentingan penyelidikan.

Langkah tersebut diambil setelah 42 orang dirawat di rumah sakit dan ratusan orang lainnya menunjukkan gejala keracunan akibat mengonsumsi air yang diduga terkontaminasi di sebuah gerai KFC di Zaisan, Ulaanbaatar.

Menurut Badan Inspeksi Profesional Metropolitan (MPIA) setempat, sebanyak 247 orang melaporkan mengalami gejala seperti diare dan muntah-muntah pascainsiden yang terjadi pekan lalu tersebut.

Gerai restoran di Zaisan sendiri telah ditutup untuk menjalani pemeriksaan, menurut seorang pejabat badan inspeksi.

“Kami akan melakukan inspeksi untuk cabang-cabang KFC lainnya mulai 18-21 Februari dan menangguhkan operasi mereka selama inspeksi,” tambahnya, sebagaimana diberitakan Reuters.

KFC, yang merupakan bagian dari perusahaan jaringan restoran Yum Brands Inc., memiliki setidaknya 11 gerai di negara itu, menurut situs webnya.

Sementara itu, Ganbat Danzanbaatar, general manager KFC Mongolia, mengatakan semua gerai KFC, selain di Zaisan, dibuka.

KFC membuka restoran pertamanya di Mongolia pada 2013 dan seluruh restorannya terletak di ibu kota negara tersebut. Restoran-restoran ini dioperasikan oleh mitra waralabanya, konglomerat Tavan Bogd Group.

“Kami sangat menyesalkan dampak negatif yang dialami banyak orang, terutama pelanggan-pelanggan kami di restoran Zaisan, dan kami berupaya mendukung anggota tim dan pelanggan kami melalui masa sulit ini,” ujar juru bicara KFC Global kepada Reuters.

“KFC Mongolia bekerja sama sepenuhnya dengan penyelidikan pemerintah dan rekomendasi seputar mengatasi sumber insiden tersebut. Hal ini mencakup penyelidikan menyeluruh terhadap seluruh restoran KFC Mongolia, dan secara khusus menentukan penyebab pasti dari insiden yang dilaporkan.”

Dalam pernyataan terpisah, Tavan Bogd meminta maaf dan mengatakan insiden itu terjadi karena lemahnya pemeriksaan kualitas internal dan bahwa standar dan peraturan sehari-hari diimplementasikan secara buruk.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kfc keracunan mongolia
Editor : Rustam Agus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top