Seleksi Penerimaan PPPK Eks Tenaga Honorer Kemenag Dibuka Mulai Hari Ini

Pendaftaran seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) untuk Kementerian Agama mulai dibuka hari Kamis (14/2) ini.
Amanda Kusumawardhani
Amanda Kusumawardhani - Bisnis.com 14 Februari 2019  |  14:05 WIB
Seleksi Penerimaan PPPK Eks Tenaga Honorer Kemenag Dibuka Mulai Hari Ini
Gedung Kementerian Agama - kemenag.go.id

Bisnis.com, JAKARTA--Pendaftaran seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) untuk Kementerian Agama mulai dibuka hari Kamis (14/2) ini.

Pada rekrutmen tahap I tahun ini, Kementerian Agama (Kemenag) mengusulkan 20.790 formasi. Semuanya adalah untuk tenaga guru dan dosen.

“Para calon peserta bisa mendaftar mulai hari ini, Kamis [14/02] secara online melalui website BKN https://sscasn.bkn.go.id atau https://ssp3k.bkn.go.id,” kata Sekretaris Jenderal Kemenag M. Nur Kholis Setiawan, dikutip dari laman setkab.go.id, Kamis (14/2/2019).

Berdasarkan data Biro Kepegawaian Kemenag, ada 42.539 eks tenaga hororer KII yang sudah terekam dalam database BKN dan sudah ikut ujian pada tanggal 3 November 2013. Sebanyak 20.790 di antaranya adalah tenaga guru dan dosen. Sisanya adalah tenaga administrasi umum, penyuluh agama, dan lainnya.

Jumlah 20.790 itu terdiri dari 20.719 tenaga guru di madrasah, guru bimas, dan guru pendidikan agama pada sekolah yang tersebar di 32 Provinsi (selain Papua Barat dan Kalimantan Utara). Sementara 71 lainnya adalah tenaga honorer dosen pada Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN).

“Peraturan Pemerintah No 49/2018 mengatur bahwa pengangkatan PPPK harus melalui mekanisme seleksi. Karenanya, kalau sudah dibuka pendaftaran tahap I, kami undang eks tenaga honorer K II dari unsur guru dan dosen yang sudah terekam dalam database BKN dan sudah ikut ujian pada tanggal 3 November 2013 namun tidak lulus untuk segera mendaftar,” ujar Nur Kholis.

Menurutnya, eks tenaga honorer KII untuk tenaga guru dan dosen yang akan mengikuti seleksi harus berusia maksimal 57 tahun per 1 April 2019. Mereka berkualifikasi pendidikan minimum S1/D-IV untuk guru, dan S2 untuk dosen.

“Mereka juga harus masih aktif mengajar di madrasah/sekolah yang dibuktikan dengan surat penugasan. Demikian juga untuk dosen, aktif mengajar di Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN),” ucapnya.

Dia juga menegaskan, bahwa seluruh proses pengadaan PPPK Kementerian Agama tidak dipungut biaya. Oleh karena itu, dia mengimbau agar tidak mempercayai apabila ada orang/pihak tertentu (calo) yang menjanjikan dapat membantu kelulusan dalam setiap tahapan seleksi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
cpns

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top