Batal Jadi Calon PM Thailand, Putri Ubolratana Minta Maaf

Batal menjadi calon perdana menteri (PM) Thailand, Putri Ubolratana Rajakanya mengungkapkan penyesalannya di media sosial.
Renat Sofie Andriani | 13 Februari 2019 09:04 WIB
Putri Ubolratana Rajakanya Sirivadhana Barnavadi saat di prosesi pemindahan abu jenazah mendiang Raja Thailand King Bhumibol Adulyadej, 27 Oktober 2017. - Reuters/Athit Perawongmetha

Kabar24.com, JAKARTA – Batal menjadi calon perdana menteri (PM) Thailand, Putri Ubolratana Rajakanya mengungkapkan penyesalannya di media sosial.

Dalam suatu unggahan di Instagram pada Selasa (12/2/2019), Ubolratana menyatakan menyesal bahwa niat tulusnya untuk mengabdi pada negara telah menyulut permasalahan.

“Saya merasa menyesal bahwa niat tulus saya untuk melayani negara ini dan masyarakat Thailand menimbulkan masalah yang seharusnya tidak terjadi di era ini,” tulisnya, seraya menambahkan tagar #howcomeitsthewayitis, sebagaimana dikutip Bloomberg.

Unggahan tersebut dituliskan setelah Partai Thai Raksa Chart gagal mencalonkan Ubolratana menjadi perdana menteri karena menuai kisruh soal etika larangan berpolitik oleh anggota kerajaan.

Ia adalah anak tertua dari mendiang Raja Bhumibol Adulyadej dan Ratu Sirikit. Ia memiliki tiga adik, yaitu Raja Maha Vajiralongkorn, Putri Maha Chakri Sirindhorn, dan Putri Chulaborn.

Raja Maha Vajiralongkorn, yang meneruskan tampuk kekuasaan di Thailand pascamangkatnya Raja Bhumibol, terang-terangan menyatakan ketidaksetujuannya atas pencalonan kakaknya itu.

Meski melepaskan status ningratnya pada 1972 ketika memutuskan menikah dengan seorang warga kebangsaan Amerika Serikat dari kalangan rakyat jelata, Ubolratana tetap dianggap anggota keluarga kerajaan.

"Keterlibatan anggota keluarga kerajaan dalam politik, melalui cara apapun, bertentangan dengan tradisi, adat, dan budaya negara ini dan saya anggap sebagai sesuatu yang tak pantas,” tegas Raja Vajiralongkorn dalam pernyataan resmi kerajaan.

Sang putri pun resmi didiskualifikasi oleh Panitia Seleksi Komisi Pemilihan Umum Thailand sebagai calon perdana menteri dalam pemilu yang bakal digelar pada 24 Maret mendatang.

Pemilu nanti adalah pemilu pertama sejak militer Kerajaan Thailand melancarkan kudeta terhadap pemerintahan Yingluck Shinawatra pada Mei 2014.

Masa depan partai yang mencalonkan Ubolratana kini tak tentu arah. Banyak yang melancarkan seruan agar partai tersebut dibubarkan.

Pasalnya Partai Thai Raksa Chart didirikan oleh para pendukung pengusaha sekaligus mantan PM Thaksin Shinawatra dan Yingluck Shinawatra. Kedua pemimpin pemerintahan Thailand itu lengser setelah dikudeta militer atas dasar penghinaan pada keluarga kerajaan.

Tag : thailand
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top