Tarif Tol Mahal, JK Nilai Tol Trans Jawa Untuk Memudahkan Distribusi Barang

Pembangunan tol Trans Jawa ditujukan untuk memudahkan distribusi barang dan angkutan penumpang
Anggara Pernando | 13 Februari 2019 01:59 WIB
Kendaraan melintasi ruas jalan tol Trans Jawa, di wilayah Jawa Tengah, Kamis (20/12/2018). - Bisnis/Nurul Hidayat
 
Bisnis.com, JAKARTA -- Pembangunan tol Trans Jawa ditujukan untuk memudahkan distribusi barang dan angkutan penumpang. 

Wakil Presiden Jusuf Kalla menuturkan polemik mahalnya tarif tol trans Jawa di tengah masyarakat harus disikapi dengan bijak. Dia mengingatkan tidak ada paksaan bagi masyarakat untuk masuk jalan tol. Seluruh wilayah yang dihubunglan dengan jalan tol juga memiliki rute alternatif yang tidak berbayar.

"Kalau tidak mau [bayar tarif tol] mahal, [lewat] jalan biasa saja. Seluruh sistem jalan tol ada alternatifnya. Pantura tidak ditutup," kata Jusuf Kalla, Selasa (12/2/2019).

Jusuf Kalla menuturkan keluhan mahalnya tarif tol tentu menjadi bahan evaluasi dari pemerintah. Meski begitu ia menyebutkan jaringan jalan ini bertujuan meningkatkan kelancaran distribusi orang dan barang. 

"Ini [jalan tol] alternatif. Mau pilih murah [lewat jalan negara] atau mau cepat [dengan menggunakan jalan tol]," katanya.

Jusuf Kalla menambahkan saat ini barang logistik dan distribusi manufaktur lebih cocok dalam menggunakan jalan tol. Demikian juga dengan bis penumpang.

"Kalau mobil isinya sendiri tentu terasa mahal. Tapi kalau bus [penumpang], jadinya bagus. Karena yang bayar [tarif tol] bisnya [dari sewa penumpang]," katanya.
Tag : jalan tol, jusuf kalla
Editor : Andhika Anggoro Wening

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top