Fadli Zon Anggap Elektabilitas Jokowi Stagnan karena Tidak Ada Capaian

Elektabilitas Presiden Joko Widodo di angka 52% dinilai karena tidak ada capaian dalam kinerjanya selama empat tahun berkuasa. Tim Prabowo-Sandi optimistis bisa menyalip dan memenangkan pemilihan presiden.
Jaffry Prabu Prakoso
Jaffry Prabu Prakoso - Bisnis.com 12 Februari 2019  |  17:35 WIB
Fadli Zon Anggap Elektabilitas Jokowi Stagnan karena Tidak Ada Capaian
Calon Presiden nomor urut 01 Joko Widodo - ANTARA/Puspa Perwitasari

Bisnis.com, JAKARTA — Elektabilitas Presiden Joko Widodo di angka 52% dinilai karena tidak ada capaian dalam kinerjanya selama empat tahun berkuasa. Tim Prabowo-Sandi optimistis bisa menyalip dan memenangkan pemilihan presiden. 

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon mengatakan bahwa angka tersebut tidak jauh berbeda saat Jokowi terpilih menjadi presiden 2014-2019. Sebagai petahana, seharusnya keterpilihannya meningkat. 

“Jadi artinya tidak ada capaian yangmembuat rakyat ini menambah atau mengokohkan pilihan karena janjinya tidak ditepati seorang petahana,” katanya di Jakarta, Selasa (12/2/2019).

Salah satu target Jokowi yang gagal adalah membuat pertumbuhan ekonomi Indonesia di atas 7% tidak pernah tercapai dalam 4 tahun.

Karena tidak ada kinerja yang dinilai rakyat berhasil, Fadli menjelaskan bahwa akhirnya Jokowi kemudian melakukan pencitraan dengan gimmick politik. Ini tentu menghina intelektualitas bangsa.

Menurutnya, isu yang kemudian ingin dibuat capres petahana ini malah blunder. Faktor utamanya karena panik.

“Kalau petahana kuat kaya SBY [Susilo Bambang Yudhoyono] pada periode kedua karena dia memulai elektabilitas dengan cukup tinggi, maka dia lebih elegan dan santai tanggapi tapi kalau sekarang ini,” jelasnya.

Jokowi tambah Fadli malah seakan bertindak seperti penantang, bukan capres yang ingin menjabat dua periode. Baginya ini sangat lucu.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
elektabilitas, elektabilitas jokowi, Fadli Zon

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top