Jokowi Pernah Raup Suara 90% di Solo, Wali Kota FX Hadi Yakin Surakarta Dikuasai

Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo percaya diri, Kota Solo akan menjadi kemenangan mutlak untuk Jokowi-Ma'ruf dengan target 80% suara. Rudy berpijak pada kemenangan fenomenal Jokowi sebagai wali kota petahana di Pilwakot Solo 2010. Ketika itu, Jokowi-Rudy berhasil meraih 90,09% suara.
Aziz Rahardyan
Aziz Rahardyan - Bisnis.com 12 Februari 2019  |  15:32 WIB
Jokowi Pernah Raup Suara 90% di Solo, Wali Kota FX Hadi Yakin Surakarta Dikuasai
Wali Kota Surakarta FX Hadi Rudyatmo ketika mengunjungi kediaman cawapres nomor urut 01 KH Ma'ruf Amin, Selasa (12/2/2019) - Doc Humas

Bisnis.com, JAKARTA — Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo percaya diri, Kota Solo akan menjadi kemenangan mutlak untuk Jokowi-Ma'ruf dengan target 80% suara.

Hal ini disampaikannya dalam kunjungan ke kediaman cawapres nomor urut 01 KH Ma'ruf Amin. Sebab, Rudy berpijak pada kemenangan fenomenal Jokowi sebagai wali kota petahana di Pilwakot Solo 2010. Ketika itu, Jokowi-Rudy berhasil meraih 90,09% suara.

"Beliau [KH Ma'ruf Amin] minta Solo dijaga. Oh, siap! Solo ditarget 80%, Jawa Tengah ditarget 80%, kita yang penting bekerja karena yel-yelnya Jokowi-Maruf Amin pastine menang ning nyambut gawe [pasti menang di kerja kerasnya]," ungkap Rudy, Selasa (12/2/2019).

Politisi PDI Perjuangan ini memang tidak menyampaikan strategi pemenangan secara terperinci untuk mencapai target tersebut.

Tetapi Rudy menegaskan pihaknya akan menggunakan cara kampanye yang santun dan tidak menjelek-jelekan calon lain, di samping senantiasa menyampaikan capaian kerja Jokowi selama 4 tahun ini.

Selain itu, dirinya mengklaim target perolehan suara selalu tercapai melalui efektivitas posko-posko pemenangan di tingkat daerah. Tak heran dari mulai Pemilu Wali Kota, Gubernur, hingga Presiden, PDI Perjuangan selalu mendominasi Surakarta.

"Saya lima tahun Pemilu 4 kali, loh. Pemilihan wali kota, gubernur, presiden, nanti 2020 pemilihan wali kota lagi, dan 5 tahun yang lalu sudah kita praktikkan," jelasnya.

Oleh karena itu, Rudy tak khawatir dengan dibangunnya posko pemenangan penantang, Posko Prabowo-Sandiaga di daerahnya yang akrab disapa "Kandang Banteng".

Dirinya yakin, warga Solo memiliki kecenderungan untuk memilih yang telah bekerja, dan berhasil memegang teguh kepercayaan masyarakat ketika memimpin.

"Sekarang pak Jokowi sudah bekerja, kan masyarakat Solo khususnya dan Jawa Tengah pada umumnya, bahasa jawanya ilmu titelnya itu kentel. Sehingga kalau pemimpinya sudah berkerja, pasti dipilih lagi, karena [Pilwakot Solo] 2010, saya dengan pak Jokowi dapat 90.9%," jelasnya

"Pemilihan wali kota dan wakil walikota begitu karena tadi, bahwa apa yang dikerjakan [di periode pertama] itu lah yang menjadi indikator masyarakat," ungkap putra daerah kelahiran 13 Februari 1960 ini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Jokowi, Pilpres 2019

Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top