Polda Jatim Janji Buka Informasi Tersangka Baru Kasus Prostitusi Online

Kepolisian Daerah Jawa Timur berjanji akan membuka informasi tentang tersangka baru atau pengguna dalam kasus prostitusi online yang melibatkan artis jika proses pemeriksaan selesai.
Peni Widarti
Peni Widarti - Bisnis.com 08 Februari 2019  |  22:49 WIB
Polda Jatim Janji Buka Informasi Tersangka Baru Kasus Prostitusi Online
Aktris Vanessa Angel - Antara

 Bisnis.com, SURABAYA - Kepolisian Daerah Jawa Timur berjanji akan membuka informasi tentang tersangka baru atau pengguna dalam kasus prostitusi online yang melibatkan artis jika proses pemeriksaan selesai.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera mengatakan saat ini kasus prostitusi online yang melibatkan artis VA masih terus berjalan dan masih pemeriksaan sebagai saksi.

Bahkan sebelum menetapkan tersangka, polisi harus melibatkan banyak saksi ahli seperti ahli IT, ahli keagamaan, dan ahli bahasa.

"Polisi tugasnya membuat terang suatu tindak pidana, maka kita mintakan pendapat para saksi ahli. Dalam pendapat para ahli itu ada beberapa calon tersangka, itu kan komitmen kita membuka oknum-oknum, bukan hanya muncikari," katanya saat diskusi Forum Pemred The Editor's Talk bertajuk Media Meliput Perempuan, Jumat (8/2/2019).

Dia mengatakan kasus prostitusi online ini diakui memang sangat menarik perhatian media dan publik karena memang melibatkan publik figur yang kebetulan pelakunya adalah perempuan semua. Jadi, lanjutnya, bukan berarti kepolisian terlalu mengeksploitasi kaum perempuan.

"Tujuan polisi adalah membongkar prostitusi online ini. Walau sebenarnya ada kasus yang dulu lebih dari ini, ada kasus swinger (tukar menukar pasangan), ada kasus gigolo yang melibatkan laki-laki. Nah ini kemana saja media dan komnas," imbuhnya.

Sementara itu, Komisi Nasional Perempuan meminta agar media maupun pihak kepolisian untuk mengutamakan asas praduga tak bersalah dalam menangani dan memberitakan kasus yang melibatkan perempuan sebagai korban maupun pelaku.

Komisioner Komnas Perempuan, Mariana Aminuddin mengatakan sering kali dalam pemberitaan yang melibatkan perempuan tidak mendahulukan asas praduga tak bersalah, bahkan kasus Vanessa Angle yang akhir-akhir ini mengisi ruang media berkepanjangan sudah masuk ke ranah privat 

"Di UU Pers itu sudah disebutkan bagaimana menjaga perempuan dan menjaga kasus asusila, dan privasinya. Kebanyakan kasus yang diadukan ke kami itu adalah masalah pribadi. Celakanya, yang pribadi ini laku untuk dibaca orang," katanya.

Dia mengatakan kebanyakan media bukan hanya mengangkat kasusnya tapi bahkan identitas pribadi para artis yang terduga dalam kasus prostitusi online. Meski begitu, Mariana tidak menyalahkan polisi dalam memberikan informasi kepada media sebagai bentuk keterbukaan instansi pemerintah kepada publik.

Dia mengusulkan agar polisi punya penanganan khusus terhadap kasus pribadi atau yang bukan menyangkut kepentingan umum. Bahkan dengan kata lain, polisi harus merahasiakan dulu identitas korban/pelaku selama masih dalam proses penyidikan.

"Kembali kepada yang saya katakan di awal, prinsip asas praduga tak bersalah harus dilakukan. Menjadi area privat dan tidak menyebar kebohongan seperti yang terjadi pada nama artis Cathy Sharon yang namanya ikut disebut," imbuhnya.

Dalam kesempatan yang sama, Cathy Sharon yang namanya sempat masuk dalam daftar pelaku prostitusi online melalui pemberitaan media, berharap agar pelaku yang menyebarkan namanya sebagai pelaku prostitusi dapat ditangkap.

"Saya berharap kalau pelaku bisa ditangkap saya senang sekali. Perspektif saya, untuk media ke depan kalau ada kasus seperti ini ada baiknya memilah mana ranah privat dan publik, karena saya sebagai pembaca dan wanita kalau bisa berita yang keluar adalah empati pada wanita," jelasnya.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
surabaya, prostitusi online

Editor : Rahayuningsih

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top