Keluarga Korban Tragedi Trisakti Kunjungi Posko TKN Jokowi-Ma'ruf, Ini Harapan Mereka

Kisah pilu tragedi penembakan empat mahasiswa Trisakti yang berdemonstrasi menuntut Presiden Soeharto turun, 12 Mei 1998, kembali menyeruak di Posko TKN Jokowi Ma'ruf, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (8/2/2019).
Aziz Rahardyan | 08 Februari 2019 20:30 WIB
Mantan Ketua Senat Mahasiswa Trisakti tahun 1997-1998 Julianto Hendro dan keluarga mahasiswa Trisakti korban kerusuhan 98 dalam diskusi di posko TKN Jokowi-Ma'ruf, Jumat (8/2/2019) - Bisnis/Aziz R

Bisnis.com, JAKARTA — Kisah pilu tragedi penembakan empat mahasiswa Trisakti yang berdemonstrasi menuntut Presiden Soeharto turun, 12 Mei 1998, kembali menyeruak di Posko TKN Jokowi Ma'ruf, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (8/2/2019).

Tiga anggota keluarga dari mereka yang gugur, yaitu Elang Mulia Lesmana, Heri Hertanto, Hafidin Royan, dan Hendriawan Sie, mengungkapkan pikiran dan harapan-harapan mereka pada yang hadir dalam acara diskusi bertajuk "Mengungkap Fakta Tragedi 12 Mei 1998".

Mereka yang hadir, yaitu Laksmiati ibunda Heri Hertanto, Huda Nurjanti kakak Hafidin Royan, dan Karsiah Hendriawan Sie. Di antara mereka, ada yang mendukung Jokowi-Ma'ruf, ada pula yang hanya menginginkan penyelesaian kasus dan tanggung jawab negara.

Laksmiati menyatakan dirinya mendukung Jokowi kembali memimpin, tetapi dirinya berharap negara mengakui dan bertanggung jawab untuk sanggup menuntaskan pengungkapan kasus ini.

"Jadi kalau terpilih kembali, kita mudah-mudahan berdoa saja pak Jokowi bisa menuntaskan kasus ini paling tidak kita minta diakuin saja anak kita itu ditembak oleh negara," ungkap Laksmi.

"Negara bertanggung jawab aja lah, jadi nggak berlarut-larut. Ke depannya masih ada kasus yang harus diselesaikan," tambahnya.

Senada dengan Laksmi, ibunda dari Hendriawan, Karsiah yang tampak mengenakan busana berwarna kuning cerah, mengungkapkan dirinya tak akan menaruh dendam pada aparat yang membunuh anak semata wayangnya tersebut.

"Biarlah orang yang membunuh anak saya tertawa, dan yang dibunuh tersenyum. Mereka masih punya keluarga, masih punya sanak saudara," ungkap Karsiah.

"Harapan saya [presiden] yang benar-benar memperhatikan orang tua korban, artinya dijelasin apa maunya orang tua korban," tambahnya.

Beda lagi dengan Huda Nurjanti, kakak dari Hafidin Royan yang mengaku tidak menyatakan dukungan kepada kedua kubu. Tetapi, dirinya akan menempuh berbagai cara untuk mencari pertanggungjawaban.

"Selama ini berbagai cara kami tempuh untuk men-clear-kan peristiwa 98 di Tragedi Trisakti. Dari situ saja kita berusaha mendudukkan persoalan bahwa kita ada di pihak yang dianiaya negara. Jadi negara melakukan kesalahan dengan melakukan penembakan," ungkapnya, yang beberapa kali terlihat menundukkan kepala sembari bercerita.

"Kami selalu dari awal sampai sekarang menuntut kejelasan siapa yang bertanggung jawab. Bukan pelaku ya, jadi penanggung jawab. Jadi yang bertanggung jawab terhadap penembakan itu siapa. Itu dari awal sampai sekarang pertanyaannya begitu," tambahnya.

Di samping mereka, turut hadir Mantan Ketua Senat Mahasiswa Trisakti tahun 1997-1998 Julianto Hendro. Dirinya menyatakan besok, Sabtu (9/2/2019) keluarga besar Trisakti akan menggelar deklarasi dukungan untuk Jokowi-Ma'ruf.

Dirinya percaya Jokowi bisa memberikan penyelesaian pada kasus ini sebab tidak ada beban masa lalu atas keterlibatan dalam kasus ini.

"Karena pak Jokowi yang paling berani, yang paling bernyali," ungkapnya.

Tag : jokowi
Editor : Andhika Anggoro Wening

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top