Trump Berpidato, Ekspresi Ketua DPR Nancy Pelosi Jadi Perhatian

Respons Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Amerika Serikat Nancy Pelosi terhadap pidato kenegaraan yang disampaikan Presiden Donald Trump menjadi perhatian awak media.
Renat Sofie Andriani | 06 Februari 2019 15:38 WIB
Nancy Pelosi. - Reuters

Kabar24.com, JAKARTA – Respons Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Amerika Serikat Nancy Pelosi terhadap pidato kenegaraan yang disampaikan Presiden Donald Trump pada Selasa (5/2/2019) waktu setempat menjadi perhatian awak media.

Ketika Trump menyampaikan pernyataan yang menegaskan kuatnya persatuan di Amerika Serikat, Pelosi tampak sedikit menggelengkan kepalanya tanda ketidaksetujuan.

Beberapa kali tokoh Demokrat ini terlihat memeriksa salinan pidato yang dipegangnya saat Trump berpidato, menyerengit, kemudian kembali membaca dengan tenang.

Pada suatu titik, Pelosi tampak berekspresi tak percaya ketika Trump mengatakan hanya "investigasi politik atau partisan konyol" yang dapat memperlambat “keajaiban ekonomi” AS.

Namun, setidaknya pada dua kesempatan, ketika kata-kata Trump memicu reaksi berlawanan dari kubu Demokrat, Pelosi mengangkat tangannya dan memberi isyarat menenangkan.

Perbedaan antara Trump dan Pelosi memang telah menjadi perhatian dalam era baru pemerintahan yang terpecah di Washington. Dengan kubu Demokrat memegang kendali DPR, Pelosi telah menggunakan otoritasnya untuk menghadapi Trump sekaligus menegaskan otoritas kongres.

Dinamika itu penting, utamanya, bagi penutupan layanan pemerintah (government shutdown). Periode shutdown yang telah berlangsung selama 35 hari baru berakhir bulan lalu ketika Trump mundur menghadapi perlawanan Pelosi terhadap tuntutannya untuk pendanaan tembok perbatasan.

Terlepas dari perbedaan pandangan politik, sebagian besar anggota Demokrat tetap bersikap sopan dan tertib sepanjang penyampaian pidato. Menariknya, mereka juga terlihat kerap bertukar pandang ketika Trump mengatakan sesuatu yang berpotensi memprovokasi.

Tidak semua reaksi terhadap kata-kata Trump dari Pelosi dan kubu Demokrat menunjukkan ketidaksetujuan. Para wanita di DPR berdiri dan bersorak ketika Trump menyebutkan rekor jumlah perempuan dalam angkatan kerja di AS.

Reaksi itu sepertinya mengejutkan Trump. “Anda tidak seharusnya melakukan itu. Terima kasih banyak. Terima kasih banyak,” kata Trump, seperti dilansir Bloomberg.

“Dan tepat satu abad setelah Kongres meloloskan amandemen konstitusi yang memberi perempuan hak untuk memilih, kita juga memiliki lebih banyak perempuan yang duduk di Kongres dibandingkan dengan periode-periode sebelumnya,” tambah Trump.

Total ada 127 wanita yang duduk di DPR dan Senat tahun ini, dari 104 yang menghuni kursi Kongres sebelumnya. Melonjaknya angka kandidat perempuan yang bersaing dan menang dalam pemilu 2018 adalah faktor utama bagi Demokrat mengambil alih DPR.

Sekali lagi sorak-sorai bergemuruh di kubu Demokrat, banyak dari para wanita mengenakan pakaian putih sebagai penghormatan kepada perjuangan hak perempuan untuk memilih.

Tag : Donald Trump
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top