Sebelum Meninggal, Pendiri Bursa Cryptocurrency Ini Tulis Surat Wasiat

Gerald Cotten, pendiri bursa cryptocurrency Quadriga CX, menuliskan surat wasiat 12 hari sebelum kematiannya, dengan mencantumkan aset besar, menurut dokumen pengadilan.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 06 Februari 2019  |  07:49 WIB
Sebelum Meninggal, Pendiri Bursa Cryptocurrency Ini Tulis Surat Wasiat
Cryptocurrency - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Gerald Cotten, pendiri bursa cryptocurrency Quadriga CX, menuliskan surat wasiat 12 hari sebelum kematiannya, dengan mencantumkan aset besar, menurut dokumen pengadilan.

Dilansir Bloomberg, Cotten, yang berkebangsaan Kanada ini , meninggalkan aset dalam Bitcoin dan aset digital lainya senilai C$190 juta dan dilindungi oleh kata sandi yang tidak diketahui.

Cotten menandatangani surat wasiat dan perjanjian terakhir pada 27 November 2018. Dia menyerahkan semua asetnya kepada istrinya, Jennifer Robertson, dan menjadikannya pelaksana untuk tanah miliknya, ungkap dokumen tersebut.

Canadian Press melaporkan, Hakim Mahkamah Agung Nova Scotia, Michael Wood memberikan Quadriga waktu 30 hari pada hari Selasa untuk menghentikan tuntutan hukum terhadap perusahaan pada saat ini. Perusahaan yang berbasis di Vancouver itu juga diberikan perlindungan dari kreditor.

Bursa mata uang digital yang diluncurkan pada Desember 2013 tersebut memfasilitasi pengguna untuk menyetor uang tunai atau cryptocurrency melalui platform perdagangan online-nya, menyimpan mata uang digital pada blockchain yang hanya dapat diakses oleh kode alfanumerik yang tidak dapat diubah.

Perusahaan memiliki 363.000 pengguna terdaftar, dengan 92.000 di antaranya memiliki saldo rekening dalam bentuk tunai atau cryptocurrency, menurut arsip pengadilan. Cotten adalah satu-satunya pemilik dan direktur perusahaan.

Cotten (30 tahun) meninggal pada 9 Desember 2018 karena komplikasi akibat penyakit Crohn di Jaipur, India, menurut pernyataan tertulis Robertson dan pernyataan kematian dari J.A. Snow Funeral Home di Halifax, tertanggal 12 Desember.

Pasangan Cotten dan Rpbertson yang tinggal di pinggiran Halifax di Fall River, Nova Scotia dan tidak memiliki anak.

Surat wasian Cotten menguraikan banyak aset yang dimilikinya, termasuk sejumlah properti di Nova Scotia dan Kelowna, British Columbia, mobil Lexus, pesawat terbang, kapal pesiar Jeanneau 51, serta anjing cihuahua miliknya, Nitro dan Gully.

Dia juga mewariskan poin frequent flier dan poin reward ke Robertson. Dia memiliki rekening di Bank of Montreal.

Perusahaan tidak dapat menarik aset digital senilai C$190 juta dalam bentuk Bitcoin, Litecoin, Ether dan token digital lainnya untuk pelanggan mereka, dan tidak dapat membayar C$ 70 juta dalam bentuk tunai kepada klien.

Cotten selalu sadar akan keamanan. Laptop, alamat email, dan sistem pengiriman pesan yang digunakannya untuk menjalankan bisnis berusia 5 tahun tersebut selalu dienkripsi.

Dia memegang tanggung jawab tunggal untuk penanganan dana dan koin serta sisi perbankan dan akuntansi bisnis. Untuk menghindari peretasan, Cotten memindahkan "mayoritas" koin digital ke dalam cold storage, atau media penyimpanan yang tidak terhubung ke internet, ungkap pengadilan.

Masalahnya adalah, Robertson mengatakan dia tidak dapat menemukan kata sandi atau catatan bisnis apa pun untuk perusahaan. Para ahli yang dibawa untuk mencoba meretas ke komputer lain dan ponsel Cotten tidak berhasil membuka kunci USB yang terenkripsi tersebut.

Sementara itu, beberapa klien Quadriga yang mengaku memiliki piutang dengan perusahaan sedang menempuh jalan hukum mereka sendiri, termasuk ahli perangkat lunak Xitong Zou dari Orillia, Ontario.

Klien ini mengklaim memiliki piutang C$560.000 dari Quadriga, yang merupakan salah satu pengguna yang terkena dampak individu terbesar, menurut pernyataan tertulis yang diajukan di pengadilan Halifax pada 5 Februari.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
cryptocurrency

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top