Fadli Zon: Soal Tudingan Propaganda Rusia, Jokowi Berhalusinasi

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon menyebut tudingan calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo soal propaganda Rusia dalam Pemilihan Presiden 2019 merupakan sebuah halusinasi yang tidak ada bukti.
John Andhi Oktaveri | 04 Februari 2019 17:14 WIB
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon bergegas usai mengikuti rapat internal di kediaman Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, Jalan Kertanegara, Jakarta, Rabu (8/8/2018). - ANTARA/Dhemas Reviyanto

Bisnis.com, JAKARTA-- Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon menyebut tudingan calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo soal propaganda Rusia dalam Pemilihan Presiden 2019 merupakan sebuah halusinasi yang tidak ada bukti.

Menurut Fadli teori-teori propaganda yang dilontarkan Jokowi itu bukan hanya halusinasi, tapi juga terkesan mengada-ada. Fadli pun mengaku tidak bisa memahami apa yang dimaksud oleh sang petahana dengan istilah propaganda Rusia tersebut.

“Coba sebutkan propaganda apa? Maksudnya apa sih, saya enggak ngerti teori dari mana," ujar Fadli di Kompleks Parlemen, Senin (4/2).

Lebih jauh Wakil Ketua DPR itu mengatakan bahwa apa yang dilakukan oleh Badan Pemenangan Nasional pasangan Prabowo-Sandi sangat terbuka. Dengan demikian tidak ada yang dirahasiakan, apalagi hal itu bisa fitnah. "Itu sudah halusinasi tuh dengan teori-teori itu. Kita tidak ada yang dirahasiakan," ujarnya menambahkan.

Fadli mengatakan pihaknya bisa saja melaporkan itu karena tidak merasa melakukan propaganda. Fadli juga menyayangkan tudingan ini keluar dari mulut Jokowi.

“Sebagai calon presiden yang juga menjabat sebagai presiden, Jokowi harus berhati-hati dalam menyebut nama negara tertentu karena bisa menimbulkan gejolak hubungan diplomatik antara kita dan Rusia,” ujarnya. Jokowi, ujarnya, tidak boleh sembarangan menyebut nama negara kecuali mempunyai bukti yang sahih atau nyata.

Sebelumnya, Jokowi menyebut kubu Prabowo-Sandi menggunakan konsultan asing dalam menghadapi kontestasi Pilpres 2019.

Akibat menggunakan konsultan asing itu, menurut Jokowi, strategi kampanye yang digunakan kubu oposisi berpotensi memecah belah masyarakat.

"Yang dipakai konsultan asing. Enggak mikir ini memecah belah rakyat atau tidak, enggak mikir mengganggu ketenangan rakyat atau tidak, ini membuat rakyat khawatir atau tidak. Membuat rakyat takut, enggak peduli," kata Jokowi saat bertemu dengan sedulur kayu dan mebel di Karanganyar kemarin.

Jokowi tidak menyebut konsultan asing apa yang digunakan kubu Prabowo-Sandi. Namun dia sempat menyinggung soal istilah “propaganda Rusia”.

 

Tag : jokowi, prabowo subianto, Pilpres 2019
Editor : Rahayuningsih

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top