Menristekdikti Resmikan Gedung Prodi D3 Pulp dan Kertas APRIL di Universitas Riau

Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir meresmikan Gedung Prodi D3 Teknologi Pulp dan Kertas, Jurusan Teknik Kimia, Fakultas Teknik Universitas Riau, yang dibiayai sepenuhnya oleh Asia Pacific Resources International Holfdngs Limited (APRIL) Grup, induk usaha PT Riau Andalan Pulp and Paper bersama Tanoto Foundation.
Arif Gunawan
Arif Gunawan - Bisnis.com 29 Januari 2019  |  12:37 WIB
Menristekdikti Resmikan Gedung Prodi D3 Pulp dan Kertas APRIL di Universitas Riau
Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir meresmikan Gedung Prodi D3 Teknologi Pulp dan Kertas, Jurusan Teknik Kimia, Fakultas Teknik Universitas Riau, yang dibiayai sepenuhnya oleh Asia Pacific Resources International Holdings Limited (APRIL) Grup, induk usaha PT Riau Andalan Pulp and Paper bersama Tanoto Foundation. JIBI/BISNIS - Arif Gunawan

Bisnis.com, PEKANBARU - Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir meresmikan Gedung Prodi D3 Teknologi Pulp dan Kertas, Jurusan Teknik Kimia, Fakultas Teknik Universitas Riau, yang dibiayai sepenuhnya oleh Asia Pacific Resources International Holfdngs Limited (APRIL) Grup, induk usaha PT Riau Andalan Pulp and Paper bersama Tanoto Foundation.

Nasir mengatakan program studi pulp dan kertas di Universitas Riau merupakan prodi (program studi) pertama dan satu-satunya di Indonesia, untuk menghasilkan sumber daya manusia, serta para ahli pulp dan kertas.

"Kami harapkan dengan adanya prodi D3  pulp dan kertas di Universitas Riau bisa meningkatkan kesejahteraan rakyat di Riau. Kalau tidak bisa mendorong itu, ya buat apa ini didirikan? Kami juga mengapresiasi APRIL dengan CSR nya dalam pembangunan ini," kata Menristekdikti Nasir saat peresmian di Pekanbaru, Selasa (29/1/2019).

Menurut Nasir, saat ini prodi perguruan tinggi sudah seharusnya dikembangkan sesuai kebutuhan pasar, industri atau ‘demand driven’. Prodi teknologi pulp dan kertas  merupakan hal baru dan tidak ada dalam nomenklatur pendidikan tinggi di Indonesia.

“Karena itu pemerintah telah mencabut aturan yang mewajibkan pembukaan prodi sesuai nomenklatur, sehingga perguruan tinggi dapat membuka program studi sesuai perkembangan zaman, dan sejalan dengan target jangka panjang pemerintah,” jelas Menristekdikti Nasir.

Rektor Universitas Riau Profesor Aras Mulyadi mengatakan pembangunan gedung prodi D3 pulp dan kertas menghabiskan anggaran Rp24,8 miliar, dilengkapi fasilitas olahraga dengan anggaran Rp2,4 miliar, yang dikucurkan oleh APRIL Group dan Tanoto Foundation.

"Kami juga berterima kasih kepada menristekdikti atas keluarnya izin prodi D3 pulp dan kertas pada 2018, dan kini kami sudah memiliki 55 mahasiswa di prodi ini, dengan persaingan 1 kursi diperebutkan oleh 4 orang calon mahasiswa," katanya.

Direktur Global Tanoto Foundation J Satrijo Tanudjojo mengungkapkan, program studi D3 pulp dan kertassangat tepat karena Provinsi Riau adalah salah satu penghasil pulp dan kertas terbesar di dunia.

Selain itu, Universitas Riau telah menjalin kemitraan dengan Tanoto Foundation dalam program pengembangan kepemimpinan sejak 2006.

"Diinspirasi langsung oleh pendiri Tanoto Foundation, Bapak Sukanto Tanoto dan Ibu Tinah Bingei Tanoto, kami mendapat amanat untuk merealisasikan program diploma tiga pulp dan kertas sebagai bagian dari komitmen kami terhadap peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia. Hal ini selaras dengan filosofi kami bahwa pendidikan berkualitas akan mempercepat terciptanya kesetaraan peluang,” katanya.

Presiden Direktur PT RAPP Sihol P Aritonang berharap program studi  ini dapat melahirkan tenaga-tenaga ahli di bidang industri kertas yang dikemudian hari dapat menjadi penggerak roda ekonomi di Riau.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
sukanto tanoto, kemenristekdikti

Editor : Nancy Junita
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top