Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Begini Kronologi Jokowi Maju Pilgub DKI 2012 Dapat Kucuran Dana Kampanye dari Adik Prabowo

Calon Presiden petahana Joko Widodo mengenang menjadi Gubernur DKI Jakarta tanpa keluar uang saat bertarung di pemilihan guberunur (pilgub) DKI Jakarta 2012. Hal itu memang benar terjadi, tapi setelah dirinya melakukan lobi politik.
Jaffry Prabu Prakoso
Jaffry Prabu Prakoso - Bisnis.com 22 Januari 2019  |  18:03 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Calon Presiden petahana Joko Widodo mengenang menjadi Gubernur DKI Jakarta tanpa keluar uang saat bertarung di pemilihan guberunur (pilgub) DKI Jakarta 2012. Hal itu memang benar terjadi, tapi setelah dirinya melakukan lobi politik.

Anggota Direktorat Komunikasi dan Media Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi Nicholay Aprilindo mengatakan bahwa Jokowi yang saat itu berpasangan dengan Basuki Tjahaja Purnama tidak dikenakan mahar oleh Partai Gerindra.

Akan tetapi yang menjadi masalah baginya adalah Jokowi berkali-kali meminta sumber dana kepada adik Prabowo Subianto, yaitu Hashim Djojohadikusumo.

“Saya adalah saksi hidup. Saya berani mempertanggungjawabkan karena pada 2008 sayalah yang pertama kali memperkenalkan Pak Jokowi kepada Pak Hashim pada November 2008 di Loji Gandrung, Solo,” katanya di Jakarta, Selasa (22/1/2019).

Saat itu Jokowi yang menjabat sebagai Walikota Surakarta bertanya kepada Nicholay bagaimana cara bertemu dengan Hashim dan Prabowo.

Baginya itu sangat mudah. Akan tetapi Jokowi harus membeberkan program-program dan pencapaiannya.

“Singkat cerita Pak Hashim saya bawa ke Loji Gandrung, berkenalan di situ. Di situ Pak Jokowi menjual program-program kerakyatan yang dia buat di Solo,” jelasnya.

Setelah mendengar itu, Hashim tertarik dan menjadikannya calon Gubernur Ibu Kota. Tentu Prabowo terima itu dengan syarat berpasangan dengan Ahok karena sejak awal dia yang menjadi calon kuat.

Permasalahannya, Gerindra tidak punya cukup kursi mengusung sendirian. Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri kemudian diajak koalisi.

“Tapi ketika itu Bu Mega menolak tidak mau Pak Jokowi karena sudah telanjur menyetujui Foke dan Adang [pasangan calon gubernur lainnya],” ucap Nicholay.

Prabowo tidak patah arah dan terus melobi Mega. Seiring pertemuan yang intens, akhirnya Jokowi-Ahok bisa menjadi pasangan untuk pemilihan gubernur 2012-2017 dengan ketentuan seluruh logistik ditanggung bersama antara PDIP dan Gerindra.

Seiring perjalanan, semua biaya kampanye menjadi tanggung jawab Gerindra. Jika dihitung, Partai Banteng hanya berkontribusi 10% saja. Ratusan miliar yang sudah dikeluarkan Gerindra baik itu dari Prabowo maupun Hashim.

Oleh karena itu, Nicholay menegaskan bahwa tidak ada mahar politik yang tidak keluar uang sepeserpun.

“Inilah yang saya bisa menyimpulkan kebohongan yang disampaikan oleh Pak Jokowi. Dia berani berbohong di depan orang yang mengeluarkan uang kepadanya,” ungkapnya.

Pasangan Pilgub DKI Jakarta 2012

PasanganPartai Pendukung
Fauzi Bowo-Nachrowi RamliDemokrat, PAN, Hanura, PKB, PBB, PMB, PKNU
Hendardji Soepandji-Ahmad Riza PatriaIndependen
Joko Widodo-Basuko Tjahaja PurnamaPDIP, Gerindra
Hidayat Nur Wahid-Didik J.RachbinPKS
Faisal basri- Biem Triani BenjaminIndependen
Alex Noerdin-Nono SamponoGolkar, PPP, PDS, Patriot, PPKB, PKDI, Partai RepublikaN, PPIB, Partai Buruh, PPNUI, PNI Marhaenisme

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jokowi hashim djojohadikusumo Pilpres 2019
Editor : Sutarno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top