Hoaks Surat Suara Tercoblos, KPU Berhasil Keluar dari Tekanan

Kalangan pemerhati pemilu menilai Komisi Pemilihan Umum mampu keluar dari tekanan setelah memastikan isu surat suara tercoblos dalam tujuh kontainer sebagai kabar bohong atau hoaks.
Samdysara Saragih | 05 Januari 2019 14:48 WIB
Direktur Eksekutif Network for Democracy and Electoral Integrity Sigit Pamungkas (kiri) berfoto bersama pemateri acara diskusi Menuju Pemilu Bermutu di Jakarta, Sabtu (5/1/2019) - Bisnis.com/Samdysara Saragih

Bisnis.com, JAKARTA -- Kalangan pemerhati pemilu menilai Komisi Pemilihan Umum mampu keluar dari tekanan setelah memastikan isu surat suara tercoblos dalam tujuh kontainer sebagai kabar bohong atau hoaks.

Direktur Eksekutif Network for Democracy and Electoral Integrity (Netgrit) Sigit Pamungkas menjelaskan bahwa beban KPU menggarap Pemilu 2019 lebih berat mengingat kontestasi untuk memilih anggota legislatif dan presiden berlangsung serentak.

Tak heran, menurut dia, KPU kerap mendapat serangan dari eksternal karena begitu tingginya ekspektasi masyarakat untuk pelaksanaan pemilu yang jujur dan adil.

Sigit mencatat sejumlah isu miring itu a.l. pencantuman penyandang disabilitas mental dalam daftar pemilih tetap, persoalan KTP-el, penetapan tipe nomor urut pasangan calon presiden dan wakil presiden, dan kotak suara berbahan kardus.

Terakhir, mencuat isu surat suara tercoblos dalam tujuh kontainer kiriman dari China di Pelabuan Tanjung Priok.

“Isu-isu yang menerpa KPU membuat orang tidak percaya KPU mampu mengelola pemilu,” katanya dalam acara diskusi Menuju Pemilu Bermutu di Jakarta, Sabtu (5/1/2019).

Sigit mengatakan awalnya kepercayaan masyarakat terhadap KPU sangat tinggi. Menyitir survei Indonesia Corruption Watch (ICW), sebanyak 80% masyarakat percaya dengan KPU tatkala komisioner periode 2017-2022 dilantik.

Namun, tambah Sigit, begitu isu-isu miring menerpa KPU, kepercayaan masyarakat merosot menjadi 70%.

“Kasus tujuh kontainer bukan tekanan publik pertama, tapi KPU mampu keluar dari tekanan itu,” ucap mantan Komisioner KPU ini.

Pekan ini, isu surat suara tercoblos dalam tujuh kontainer menjadi ramai di publik setelah Andi Arief menuliskan cuitan di akun media sosial pribadinya.

Andi mengklaim hanya meneruskan rasa penasaran pengguna media sosial atas beredarnya rekaman yang menyebutkan surat suara tercoblos di Tanjung Priok.

Komisioner KPU merespon cuitan Andi dengan mendatangi otoritas bea dan cukai di pelabuhan. Setelah terbukti hoaks, KPU pun melaporkan kasus tersebut ke Badan Reserse Kriminal Polri.

Sementara itu, Ketua DPP Partai Golkar Ulla Nuchrawaty mengapresiasi KPU yang berhasil membuktikan isu surat suara tercoblos sebagai hoaks.

Namun, dia meminta jajaran komisioner KPU dapat menjawab segala serangan dengan kepala dingin.

“Jangan panik, harus bisa tenang. Juga harus bisa lihat apa kekurangannya,” ujarnya.

Tag : kpu, surat suara
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top