Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Kasus Pengeroyokan Anggota TNI: Gara-Garanya Tukang Parkir Dihardik

Dari rekonstruksi tersebut terungkap awal terjadinya cekcok ternyata bukan disebabkan senggolan, tetapi adanya kesalahpahaman antara Kapten Komarudin dan tersangka HP.
Aziz Rahardyan
Aziz Rahardyan - Bisnis.com 17 Desember 2018  |  16:16 WIB
Kasus Pengeroyokan Anggota TNI: Gara-Garanya Tukang Parkir Dihardik
Garis polisi - Ilustrasi
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Pihak kepolisan melaksanakan rekonstruksi kasus pengeroyokan tukang parkir terhadap anggota TNI di Ciracas, Senin (17/12/2018) di halaman depan Subdit Resmob Polda Metro Jaya.

Rekonstruksi tersebut menampilkan 20 adegan dan menghadirkan kelima tersangka, yaitu HP, IH, D, AP, SR, serta pemeran pengganti korban yaitu anggota TNI AL Kapten Komarudin dan anggota Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) dari TNI AD Rivonanda Maulana.

"Adapun rekonstruksi ini dilakukan untuk melihat kesesuaian keterangan saksi dan tersangka," ujar Kepala Unit I Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya Kompol Malvino Edward yang memimpin jalannya rekonstruksi.

Dari rekonstruksi tersebut terungkap awal terjadinya cekcok ternyata bukan disebabkan senggolan, tetapi adanya kesalahpahaman antara Kapten Komarudin dan tersangka HP.

Dalam adegan 5, terungkap tersangka HP menghampiri motor sang Kapten dan menggeser motor itu tanpa sepengetahuannya. Kemudian pada adegan 6, Komarudin menegur HP atas perbuatannya tersebut.

"Motor saya itu, mau kamu apakan!" hardik pemeran pengganti Kapten Komarudin dalam rekonstruksi tersebut.

Setelah dihardik, sebenarnya HP tidak melakukan apa-apa dan kembali ke markas parkir. Tetapi D menceritakan hal tersebut kepada IH yang sebelumnya diketahui dalam kondisi mabuk.

Inilah yang kemudian menjadi awal mula tersangka IH cekcok dengan Komarudin dan terlibat saling pukul seperti terungkap dalam adegan 10.

"Di sini ada [pukulan] dari tersangka dan dari Komarudin juga [memukul IH]," ungkap Malvino.

Pihak kepolisian menyatakan adegan rekonstruksi yang telah dilakukan masih sesuai dengan keterangan tersangka.

Kelima tersangka kini ditahan di rumah tahanan Polda Metro Jaya. Mereka dijerat pasal 170 KUHP tentang tindak pidana kekerasan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ciracas bentrok tni-polri
Editor : Sutarno
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top